AMBAL, Beritakebumen.com – Menjelang perhelatan akbar Pacuan Kuda Bupati Cup 2026, panitia pelaksana terus memacu persiapan di arena Desa Kaibon Petangkuran, Kecamatan Ambal.
Hingga saat ini, progres keseluruhan acara telah menyentuh angka 70 persen, dengan fokus utama pada pembenahan fasilitas pendukung di sekitar area perlombaan.
Ketua Panitia Pelaksana, Sodiquul Anwar, mengungkapkan bahwa infrastruktur inti berupa trek pacuan kuda sudah rampung sepenuhnya.
Saat ini, petugas di lapangan sedang melakukan tahap perapian pada bagian tobong (kandang sementara) serta fasilitas penunjang lainnya guna memastikan kenyamanan para peserta dan pengunjung yang hadir.
BACA JUGA: Jadwal Pacuan Kuda Ambal 2026, Bupati Kebumen Cup Bakal Digelar di Lapangan Krido Turonggo
Ada yang berbeda pada penyelenggaraan tahun ini. Panitia memutuskan untuk memperpanjang durasi kegiatan menjadi tiga hari, yakni mulai tanggal 24 hingga 26 Maret 2026.
Keputusan ini diambil untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi para peserta dalam berkompetisi, sekaligus mengakomodasi antusiasme penonton yang diprediksi akan meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, tercatat sekitar 170 peserta telah mengonfirmasi kehadiran mereka.
Para atlet pacu ini datang dari berbagai daerah, mulai dari lokal Kebumen hingga peserta luar kota yang ingin menjajal ketangkasan kuda-kuda andalan mereka di pesisir selatan Kebumen.
Satu hal yang menjadi daya tarik utama pada Bupati Cup 2026 adalah dibukanya kelas perdana khusus lokal Kebumen.
Kategori ini dikhususkan bagi kuda-kuda yang baru pertama kali terjun dalam ajang perlombaan dan dimiliki oleh peternak asli warga Kabupaten Kebumen.
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata bagi para peternak kuda di wilayah Kebumen agar lebih semangat dalam mengembangkan potensi peternakan mereka.
BACA JUGA: Arimbi Rowo Juara Kelas Bergengsi Pacuan Kuda Piala Bupati
Kelas ini juga menjadi panggung pembuktian bagi kuda-kuda lokal untuk menunjukkan bakatnya di kancah profesional.
Pemerintah Kabupaten Kebumen bersama Forkopimda memberikan dukungan penuh terhadap agenda rutin tahunan ini.
Digelar dalam suasana libur Lebaran, ajang pacuan kuda ini diharapkan tidak hanya menjadi pesta olahraga bagi masyarakat, tetapi juga mesin penggerak ekonomi warga sekitar melalui sektor pariwisata dan UMKM.






