KEBUMEN, Beritakebumen.com – Symposium Summer School Geoconservasi 2026 di Karangsambung, Kebumen tidak hanya menjadi forum ilmiah internasional, tetapi juga melahirkan rekomendasi kebijakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan daerah.
Dalam acara gala dinner di Pendopo Kabumian, Jumat (8/5/2026), mahasiswa mancanegara menyerahkan policy brief kepada Pemkab Kebumen sebagai hasil observasi lapangan selama kegiatan berlangsung.
Perwakilan mahasiswa asal Pakistan, Muhammad Aarif, menyampaikan bahwa rekomendasi tersebut memuat gagasan pembangunan yang tetap mempertahankan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan di kawasan Geopark Kebumen.
“Kami berharap apa yang kami rancang dapat menjadi bahan acuan bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam,” ujar Aarif.
BACA JUGA: Pameran Suiseki Nasional di Kebumen Tampilkan 351 Koleksi Batu Penjuru Nusantara
Kegiatan Summer School Geoconservasi 2026 menghadirkan peserta dan akademisi dari berbagai negara, seperti Pakistan, Jepang, Malaysia, Aljazair, hingga Prancis. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Geopark Kebumen di tingkat internasional melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi lintas negara.
Dekan Fakultas Ilmu Bumi dan Teknologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr techn Dudy Darmawan Wijaya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki empat target utama, yakni edukasi, penguatan identitas lokal, peningkatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan pariwisata berkualitas berbasis geokonservasi.






