KARANGANYAR, Beritakebumen.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen memastikan mobilitas warga Karanganyar tetap terjaga di tengah proyek perbaikan infrastruktur yang sedang berlangsung.
Sebuah jembatan darurat dibangun sebagai jalur alternatif untuk menjaga konektivitas wilayah selama Jembatan Karanganyar ditutup total.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, meninjau langsung kesiapan jalur tersebut pada Senin, 6 April 2026.
Langkah ini diambil untuk menjamin denyut ekonomi dan aktivitas sosial warga tetap berjalan normal meski terdapat pengerjaan konstruksi besar di jalur utama.
BACA JUGA: Jembatan Karanganyar Kebumen Ditutup Sebulan Mulai 10 April, Simak Jalur Alternatifnya
Solusi Mobilitas Warga Lokal
Jembatan Karanganyar merupakan titik krusial bagi transportasi daerah. Pemerintah menjadwalkan penutupan akses utama mulai 10 April hingga 10 Mei 2026.
Menyadari pentingnya jalur tersebut, jembatan darurat didirikan tepat di sisi selatan lokasi proyek untuk meminimalisir hambatan perjalanan.
Fasilitas sementara ini dikhususkan bagi masyarakat setempat dan pengendara kendaraan roda dua.
“Kami merespons kekhawatiran warga terkait akses harian. Jalur darurat ini disediakan agar perjalanan mereka tidak terputus total selama masa pengerjaan,” ujar Bupati Lilis di lokasi peninjauan.
Proyek Strategis Rp18,1 Miliar
Renovasi Jembatan Karanganyar masuk dalam paket besar preservasi jalan Kebumen – Purworejo – Karangnongko.
BACA JUGA: Pemkab Kebumen Ajukan Dana Hibah ke BNPB, 4 Jembatan Rusak Jadi Prioritas Rehabilitasi
Proyek infrastruktur strategis tersebut didanai dengan anggaran sebesar Rp18,1 miliar guna memperkokoh akses transportasi antarwilayah.
Pemerintah menargetkan perbaikan selesai tepat waktu agar masyarakat segera bisa menikmati fasilitas jembatan yang lebih aman.
Dengan adanya solusi jangka pendek ini, distribusi barang dan mobilitas harian di Karanganyar diharapkan tetap stabil tanpa harus menunggu proyek selesai sepenuhnya.






