KEBUMEN, Beritakebumen.com – Kabupaten Kebumen kini bisa bernapas lega setelah berhasil melepaskan predikat sebagai kabupaten termiskin di Provinsi Jawa Tengah.
Prestasi ini diraih berkat penurunan angka kemiskinan yang signifikan, yakni sebesar 2,13 persen dalam setahun terakhir.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025, persentase penduduk miskin di Kebumen turun drastis dari 15,71 persen pada tahun 2024 menjadi 13,58 persen.
Angka ini setara dengan penurunan jumlah penduduk miskin sekitar 25.000 jiwa, dari 187.000 jiwa menjadi 162.000 jiwa.
Pencapaian ini membuat Kebumen naik ke peringkat kedua, menggeser Kabupaten Brebes yang kini mencatat angka kemiskinan sebesar 14,15 persen.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengentaskan kemiskinan.
Meski demikian, Kebumen masih berada di bawah beberapa kabupaten lain seperti Wonosobo (13,34 persen), Pemalang (13,31 persen), Banjarnegara (13,28 persen), dan Rembang (13,01 persen).
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam kunjungannya berharap agar Kebumen dapat terus menekan angka kemiskinan hingga mencapai satu digit.
Menanggapi tantangan tersebut, Kepala Bappeda Kebumen, Bahrun Munawir, menyatakan optimisme bahwa target penurunan ini dapat tercapai.
BACA JUGA: Pemkab Kebumen Pastikan Seluruh PKL Alun-Alun Telah Tertampung di Kapal Mendoan
“Insyaallah, target Pak Gubernur (satu digit) bisa kita capai di akhir periode pertama bupati dan wakil bupati,” ungkap Bahrun.
Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkab Kebumen menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga di bawah 10 persen dalam lima tahun ke depan.
Tren penurunan yang stabil di kisaran 1-2 persen dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal kuat untuk mewujudkan tujuan ambisius tersebut.






