Kisah Sukses Petani Muda Kebumen Rintis Jasa Combine Harvester, Atasi Kelangkaan Buruh Panen

Usaha jasa combine harvester milik petani muda asal Prembun berkembang pesat hingga ke berbagai daerah di Jawa. Menggunakan sistem bayar per luas lahan yang meringankan petani. (Foto: Kebumen TV News)

PREMBUN, Beritakebumen.com – Mesin combine harvester atau pemanen padi otomatis menjadi solusi praktis bagi petani menghadapi masa panen.

Selain mengatasi kelangkaan tenaga kerja, teknologi ini menawarkan efisiensi waktu dan meminimalisir kehilangan hasil.

Berita Lainnya

Indri, seorang petani muda asal Prembun, melihat peluang bisnis dari tantangan ini. Sejak 2017, ia merintis usaha jasa panen dengan combine harvester.

Awalnya, usahanya lahir dari keprihatinan akan minimnya tenaga buruh tani di wilayahnya saat panen raya.

BACA JUGA: Satu Pohon Hasilkan Rp5 Juta, Petani di Pejengkolan Kebumen Sukses Budidaya Durian Premium

Kini, bisnis Indri berkembang pesat. Layanannya tidak hanya menjangkau Prembun, tetapi telah merambah berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti Karawang, Indramayu, Cirebon, Bogor, Yogyakarta, hingga Ponorogo di Jawa Timur.

Sistem tarifnya dirancang untuk meringankan beban petani. Indri menerapkan pembayaran berdasarkan luas lahan, bukan berat hasil.

Untuk setiap 50 ubin (sekitar 1.400 meter persegi) lahan yang dipanen, petani membayar dengan satu karung padi atau setara 60 kilogram gabah.

“Petani benar-benar dimudahkan. Jika dalam 100 ubin lahan hasilnya bagus dan bisa dapat 12 kuintal, kami tetap hanya mengambil jatah dua karung saja,” jelas Indri.

Keunggulan layanannya adalah kepraktisan. Petani klien tidak perlu lagi menyediakan konsumsi atau karung untuk operator, karena semuanya sudah ditanggung oleh tim Indri.

BACA JUGA: Tembus Jutaan Rupiah per Kilo, Budidaya Vanili Jadi Pilihan Cerdas Petani Kebapangan

Manfaat mesin pertanian modern (alsintan) ini diakui langsung oleh pengguna, seperti Nur Haryadi. Ia menyebut tiga keuntungan utama: proses panen lebih mudah, durasi kerja sangat cepat, dan tingkat kehilangan gabah minimal.

“Penggunaan mesin otomatis memberikan rasa aman karena seluruh hasil yang terpotong langsung masuk karung, meminimalisir risiko dalam proses manual,” ujar Nur Haryadi.

Berita terkait