Tembus Jutaan Rupiah per Kilo, Budidaya Vanili Jadi Pilihan Cerdas Petani Kebapangan

Desa Kebapangan, Poncowarno, Kebumen mengembangkan vanili sebagai komoditas unggulan ekonomi desa. (Foto: Kebumen TV News)

PONCOWARNO, Beritakebumen.com – Pemerintah Desa Kebapangan, Kecamatan Poncowarno, Kebumen, mulai melirik potensi besar dari sektor perkebunan untuk mendongkrak ekonomi warga.

Melalui kegiatan penanaman serentak, desa ini kini tengah mempersiapkan tanaman vanili sebagai komoditas unggulan yang diharapkan mampu memanfaatkan lahan kering di wilayah tersebut secara optimal.

Berita Lainnya

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penguatan sektor perkebunan desa yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Vanili, yang sering dijuluki sebagai “emas hijau” karena harga jualnya yang fantastis, dinilai sangat cocok untuk dikembangkan di wilayah Kebapangan.

BACA JUGA: Mandiri Ekonomi, Desa Serut Kembangkan Budidaya Pepaya California Ribuan Pohon

Salah seorang petani setempat, Prasojo, berbagi pengalamannya dalam membudidayakan tanaman ini. Menurutnya, budidaya vanili menawarkan prospek masa depan yang sangat cerah bagi para petani.

Meski begitu, ia menekankan bahwa tanaman ini memerlukan tingkat ketelatenan dan ketekunan yang tinggi dalam perawatannya.

Salah satu fase paling krusial adalah proses pembuahan. Prasojo menjelaskan bahwa cuaca menjadi faktor penentu keberhasilan panen.

“Proses pembuahan adalah tahap paling sulit, apalagi saat curah hujan tinggi yang sering membuat tanaman sulit berbuah secara maksimal,” ungkapnya.

Nilai Ekonomi dan Pemasaran

Saat ini, Prasojo mengelola sekitar 100 batang pohon vanili. Dalam sekali masa panen, ia mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 25 kilogram vanili kering.

Angka ini tergolong produktif dan memberikan keuntungan yang signifikan bagi petani mandiri. Untuk urusan pemasaran, para petani di Desa Kebapangan tidak merasa kesulitan.

Hasil panen biasanya langsung dibeli oleh tengkulak atau pengepul yang datang langsung ke lokasi. Saat ini, harga vanili kering berada di kisaran Rp265.000 per kilogram.

BACA JUGA: Manfaatkan Lahan Pesisir, Petani Tanggulangin Kebumen Berhasil Budidaya Ketela Madu

Namun, harga ini bisa melonjak jauh lebih tinggi tergantung kondisi pasar. Prasojo bahkan pernah menjual vanili kering hingga mencapai harga Rp1 juta per kilogram.

Kepala Desa Kebapangan, Slamet, menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung warganya dalam memanfaatkan lahan kering.
Selain perhutanan, pengembangan vanili menjadi fokus utama karena potensinya yang sangat besar di wilayah mereka.

Pihaknya berharap melalui sosialisasi dan aksi nyata seperti penanaman serentak ini, masyarakat semakin termotivasi untuk mengelola lahan tidur menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

Berita terkait