Mandiri Ekonomi, Desa Serut Kembangkan Budidaya Pepaya California Ribuan Pohon

Pemdes Serut, Kuwarasan, kembangkan budidaya 1.000 pohon pepaya california melalui BUMDes untuk tingkatkan PAD dan kesejahteraan warga. Target panen capai 2,5 ton per minggu. (Foto: Ilustrasi AI)

KUWARASAN, Beritakebumen.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Serut, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), desa ini kini tengah memfokuskan diri pada pengembangan budidaya pepaya california sebagai sumber pendapatan asli desa (PADes) yang baru.

Berita Lainnya

Kepala Desa Serut, Taufik Mundarto Hadi, mengungkapkan bahwa pemilihan komoditas pepaya california ini tidak dilakukan secara sembarangan.

Berdasarkan analisis usaha yang dilakukan, tanaman ini dinilai memiliki potensi keuntungan yang sangat menjanjikan bagi kas desa.

BACA JUGA: Manfaatkan Lahan Pesisir, Petani Tanggulangin Kebumen Berhasil Budidaya Ketela Madu

Peluang Pasar di Tengah Kelangkaan

Langkah ini diambil setelah melihat kondisi pasar saat ini. Taufik menjelaskan bahwa jumlah petani pepaya di wilayah Urut Sewu mengalami penurunan drastis.

Fenomena ini menjadi peluang emas bagi Desa Serut untuk mengisi kekosongan stok di pasar, sehingga harga jual di masa depan diprediksi akan lebih stabil dan menguntungkan.

“Dengan adanya program ketahanan pangan ini, secara langsung kita dilatih untuk mandiri dan berinovasi. Hasil dari program ini nantinya sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan desa yang masih diperlukan,” ujar Taufik.

Target Panen 2,5 Ton per Minggu

Saat ini, di atas lahan seluas kurang lebih 500 ubin, Pemdes Serut telah menanam lebih dari 1.000 pohon pepaya california.

Berdasarkan analisis teknis, setiap kali panen diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 2,5 ton buah pepaya.

Dengan siklus panen enam hari sekali atau empat kali dalam sebulan, produktivitas ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi desa.

Tanaman pepaya california sendiri memiliki masa produktif hingga tiga tahun, dengan kualitas produksi terbaik terjadi pada dua tahun pertama. Hal ini menjamin keberlangsungan pendapatan desa dalam jangka menengah.

BACA JUGA: Lawan Mitos! Petani di Kebumen Sukses Tanam Cabai Lokal Medan yang Subur di Lahan Pesisir

Sinergi BUMDes dan Koperasi Desa

Tidak hanya soal produksi, Pemdes Serut juga telah menyiapkan rantai distribusi yang kuat. Hasil panen rencananya akan dikirim hingga ke Jakarta untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, sebagian hasil panen akan dijual melalui koperasi desa.

Sinergi antara BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antar lembaga ekonomi di tingkat desa.

Melalui inovasi ini, Desa Serut optimis dapat menjadi desa yang mandiri secara finansial sekaligus meningkatkan taraf hidup seluruh warganya.

Berita terkait