Pesan Manis Penyair Kebumen: Puisi ‘Gerimis Sore’, Kado Sajak dari Pitra Suwita untuk Gadis Kecilnya

Puisi Gerimis Sore Karya Pitra Suwita, Kado Sajak Penuh Harap untuk Sang Gadis Kecil. (Foto: Ilustrasi Canva)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Penyair asal Kebumen, Pitra Suwita, menulis puisi “Gerimis Sore” sebagai kado sajak untuk seorang gadis kecil.

Karya yang ditulis pada 17 September 2010 di Kebumen ini mengajak pembaca untuk melupakan duka dan meraih mimpi, meski di tengah suasana gerimis.

Berita Lainnya

Puisi ini tercantum dalam antologi “Bulan Menggantung” yang diterbitkan Sekolah Rakyat MeluBae (SRMB).

Puisi “Gerimis Sore” membuka dengan suasana sore yang diguyur hujan rintik-rintik. Pitra Suwita langsung menyapa sang “gadis” untuk tidak bersedih meski bulan tak nampak.

BACA JUGA: Puisi “Sajak Cinta” Pitra Suwita, Bunga Cinta Bersemi dari Antologi Bulan Menggantung

Larik-larik awal puisi ini memberikan pesan penghiburan dan semangat: “lupakan duka, raihlah mimpi”.

Pada bait-bait selanjutnya, penyair memberikan gambaran tentang harapan di esok hari. Ia mengajak sang gadis untuk membuka jendela dan menikmati semerbak harum bunga-bunga, simbol dari kebahagiaan yang akan datang.

Nasihat bijak juga diselipkan dalam karya ini. Pitra Suwita mengingatkan agar sang gadis kecil tidak mudah terpengaruh oleh sanjungan, yang diibaratkannya sebagai “mata pisau” yang dapat melukai.

Pesan utama puisi ini tertuang jelas dalam penutupnya: jadikan gerimis sore sebagai tembu bersemi, bukan alasan untuk menangis. Semua mimpi diharapkan dapat tumbuh subur “bagai bunga-bunga surga”.

Puisi “Gerimis Sore” karya Pitra Suwita tetap relevan sebagai karya sastra yang penuh empati dan motivasi.

Melalui diksi yang sederhana namun dalam, penyair Kebumen ini berhasil menyampaikan kado sajak yang hangat, mengajak setiap pembaca, layaknya sang gadis kecil, untuk tetap teguh menghadapi hari dan meraih mimpi.

BACA JUGA: ‘Dari Alif Sampai Ya’, Puisi Lawas Pitra Suwita yang Tak Lekang oleh Waktu

Berikut teks lengkap puisi “Gerimis Sore” karya Pitra Suwita:

Gerimis Sore
(Kado sajak ‘tuk gadis kecilku)

Gerimis sore, gadis
tak ada bulan
tak usah bersedih
gerimis sore
lupakan duka
raihlah mimpi
temukan pujangga

Esok hari langit cerah
buka jendela
semerbak harum bunga-bunga

Gadis kecilku
mimpikan apa yang ingin kau mimpikan

Di depan terbentang jalan
jangan pedulikan sanjungan
ia adalah mata pisau
yang mampu melukai nadimu

Gadis kecilku
gerimis sore jangan jadikan tangis
bersama ia segala mimpi
bersemi bagai bunga-bunga surga

Kebumen, 17.09.2010

Berita terkait