Produksi Kue Sagon Kebumen Melonjak, Hanya Rp13 Ribu untuk Sajian Lebaran Otentik

Gurihnya kue sagon Desa Pekuwon, camilan klasik Kebumen yang jadi buruan jelang lebaran. (Foto: Kebumen TV News)

ADIMULYO, Beritakebumen.com – Aroma wangi kelapa panggang menyeruak dari sebuah rumah di Dukuh Karang Putat, Desa Pekuwon, Kecamatan Adimulyo.

Di sini, kesibukan meningkat berkali-kali lipat seiring mendekatnya Hari Raya Idul Fitri.

Kue sagon, camilan tradisional berbahan dasar ketan dan kelapa, tetap menjadi primadona di tengah gempuran aneka kue kering modern yang memenuhi rak toko.

Warisan Rasa Sejak 1980

Usaha kue sagon ini merupakan jejak sejarah yang dijaga dengan penuh ketelatenan oleh Sri Riyanti. Ia melanjutkan estafet bisnis dari sang ibu yang sudah merintis usaha ini sejak 1980.

BACA JUGA: Tembus Pasar Kalimantan, Peci Buatan Warga Alian Kebumen Laris Manis Menjelang Ramadan

Sri sendiri mulai mengelola usaha secara penuh pada 2006. Rahasia eksistensinya sederhana: konsistensi pada resep asli dan bahan-bahan alami tanpa pengawet.

Proses pembuatannya pun tetap mempertahankan sentuhan tangan. Tepung beras ketan, parutan kelapa segar, dan gula pasir diaduk menjadi satu hingga merata.

Adonan tersebut kemudian dicetak dalam loyang persegi panjang dan dipanggang di dalam oven hingga kering sempurna. Hasilnya adalah tekstur renyah dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang otentik.

Produksi Melimpah

Lonjakan permintaan biasanya sudah terasa sejak dua bulan sebelum lebaran. Untuk menyiasati antrean pesanan yang membludak, Sri meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan.

Dalam satu siklus produksi yang berjalan dua hari sekali, ia mampu mengolah 140 kilogram beras ketan, 70 kilogram gula pasir, serta 140 butir kelapa.

Dari komposisi tersebut, dapur produksi Sri menghasilkan sekitar 690 bungkus kue sagon kemasan 300 gram.

Jumlah ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap kudapan lokal masih sangat tinggi, baik untuk suguhan di meja tamu maupun sebagai buah tangan bagi para pemudik.

BACA JUGA: Peluang Bisnis Takjil 2026, Puding Buah Siram Custard Viral Jadi Incaran Menjelang Ramadan

Harga Ekonomis

Meski legendaris, harga kue sagon ini sangat ramah di kantong. Satu bungkus ukuran 300 gram dijual dengan harga eceran Rp13.000 saja.

Murahnya harga dan kualitas rasa yang terjaga membuat para pedagang dan sales ramai-ramai datang langsung ke lokasi produksi untuk mengambil stok.

“Pemasaran biasanya menjangkau Pasar Karanganyar dan wilayah Kebumen lainnya,” ungkap Sri.

Selain pasar tradisional, produk ini juga bisa ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh di Kebumen.

Berita terkait