ALIAN, Beritakebumen.com – Suasana di wilayah Kedung Banjul, Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen, tampak jauh lebih sibuk dari biasanya.
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, para perajin di sentra pembuatan peci ini mulai memacu produksi demi memenuhi lonjakan pesanan yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
Kesibukan ini terlihat sejak pagi hari di setiap sudut desa. Para pengrajin berbagi tugas dengan sangat rapi, mulai dari memotong kain sesuai ukuran, menjahit, hingga proses penyulaman yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Menariknya, industri rumahan ini menjadi urat nadi ekonomi warga sekitar. Banyak ibu rumah tangga yang turut membantu proses penyulaman peci di teras rumah mereka masing-masing.
BACA JUGA: Ide Bisnis Takjil, Es Jelly Premium dengan Kuah Super Creamy yang Siap Banjir Orderan
Produksi Meningkat Tajam
Salah satu perajin peci setempat, Nurwahid, mengungkapkan bahwa kenaikan permintaan sudah mulai terasa sejak saat ini.
Dalam kondisi normal, para pekerja mampu menghasilkan sekitar 20 hingga 25 kodi peci per hari. Namun, saat pesanan membeludak seperti sekarang, kapasitas produksi dipaksa naik hingga lebih dari 50 kodi setiap harinya.
Menurut Nurwahid, puncak kepadatan pesanan biasanya terjadi sekitar 15 hari menjelang Hari Raya Idulfitri. Pada fase tersebut, para perajin sering kali merasa kewalahan atau “keteteran” karena volume permintaan yang sangat besar.
Jangkauan Pasar Hingga Kalimantan
Kualitas peci produksi Desa Bojongsari sudah diakui luas. Pesanan tidak hanya datang dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur saja, tetapi telah merambah hingga ke luar Pulau Jawa, seperti Sumatera dan Kalimantan.
Untuk memanjakan konsumen, para perajin menyediakan sekitar 10 macam model peci. Pilihan desainnya sangat beragam.
Mulai dari peci hitam polos yang klasik, motif batik yang elegan, hingga model karakter yang sangat digemari oleh anak-anak.
Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau bagi semua kalangan. Peci-peci cantik ini dijual dengan harga mulai dari Rp10.000 hingga yang paling mahal hanya dibanderol Rp35.000 per buah.
BACA JUGA: Kebumen Siap Sambut Kawasan Industri Baru, Jadi Satu-Satunya Daerah yang Lolos Seleksi IPRO 2026
Meski Desa Bojongsari juga memproduksi barang lain seperti mantel hujan, topi, dan tas anak, produksi peci tetap menjadi usaha utama. Sektor ini terbukti menjadi sumber penghasilan mayoritas warga di desa tersebut.
Geliat ekonomi ini diharapkan terus stabil sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojongsari, terutama di momen perayaan hari besar keagamaan.






