Usaha Rumahan Tusuk Sate di Kebumen, Produksi 3,5 Kuintal per Minggu

UMKM tusuk sate di Rowokele, Kebumen tembus pasar luar daerah, berdayakan ibu rumah tangga.

ROWOKELE, Beritakebumen.com – Masa purnatugas menjadi babak baru yang produktif bagi Paino Faris.

Mantan perangkat desa asal Desa Kretek, Kecamatan Rowokele, Kebumen ini sukses merintis usaha rumahan pembuatan tusuk sate sejak tahun 2023.

Berita Lainnya

Menggunakan bendera UMKM, ia berhasil menggerakkan roda ekonomi warga sekitar dengan memanfaatkan potensi bambu lokal.

Berpusat di Dusun Kemantren RT 02/RW 01, bengkel produksi milik Paino fokus mengolah bambu petung sebagai bahan baku utama.

Bambu tersebut dibeli dari warga dengan harga Rp40.000 hingga Rp50.000 per batang.

Melalui pengelolaan yang baik, batangan bambu kini disulap menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.

BACA JUGA: Pasar Hewan Argopeni Kebumen Mulai Ramai Pedagang, Harga Kambing Kurban Mulai Rp3,5 Juta

Usaha ini memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Paino mempekerjakan 7 hingga 10 warga lokal yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.

Dalam sepekan, rumah produksi ini mampu menghasilkan 3,5 kuintal tusuk sate dengan omset mencapai Rp5 juta per minggu.

Pemasarannya kini sudah menjangkau wilayah Gombong, Cilacap, Banyumas, hingga Banjarnegara.

Meski permintaan pasar terus melonjak, Paino mengaku kapasitas produksinya masih terbatas akibat kendala modernisasi alat.

Ia berharap mendapat dukungan pemenuhan mesin dari pemerintah daerah agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja di Kebumen.

Berita terkait