SEMARANG, Beritakebumen.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan melakukan kajian pembangunan kawasan industri baru di Kabupaten Kebumen.
Hal ini dilakukan setelah Kebumen berhasil memenuhi kriteria ketat dan menjadi satu-satunya daerah yang lolos dalam pengajuan Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk sektor industri pada tahun 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan bahwa terpilihnya Kebumen merupakan hasil dari kesiapan pemerintah daerah setempat.
“Kami akan menyusun kajian mendalam tahun ini karena Pemkab Kebumen telah mengajukan dokumen proyek investasi yang siap ditawarkan kepada calon investor,” ujar Sakina saat ditemui di kantornya, Kamis, 22 Januari 2026.
BACA JUGA: Lebih Tinggi dari Rata-Rata Nasional, Intip Besaran Pengeluaran Sayur Masyarakat Kebumen
Proses pembentukan ini bermula dari penetapan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) yang kemudian dikembangkan menjadi IPRO. Jika ada investor yang berminat, proses pembangunan fisik akan segera dilaksanakan.
Keberhasilan Kebumen tergolong istimewa mengingat beberapa daerah lain seperti Kabupaten Semarang, Brebes, Sragen, dan Klaten gagal memenuhi persyaratan di tengah jalan.
Sakina mengungkapkan, kendala utama daerah lain adalah luas lahan yang tidak mencapai batas minimal 50 hektare secara terpusat.
Selain itu, banyak lahan yang diusulkan ternyata masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Pemerintah Provinsi bersikap tegas untuk tidak mengalihfungsikan lahan produktif demi menjaga status Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.
BACA JUGA: 25 Tahun UMK Kebumen: Dari Rp213.000 ke Rp2,4 Juta
Kebumen dinilai sangat kooperatif karena pengajuan KPI dilakukan langsung oleh kepala daerah dengan memenuhi standar teknis yang ditentukan.
Hal ini juga sejalan dengan strategi Pemprov Jateng yang mulai menggeser fokus investasi ke wilayah tengah dan selatan guna mengurangi kepadatan industri di jalur Pantura.
Selain Kebumen, daerah seperti Purbalingga, Banjarnegara, dan Purworejo juga dipandang potensial untuk dikembangkan di masa depan.






