GOMBONG, Beritakebumen.com – Rumah Martha Tilaar Gombong berubah menjadi ruang kreatif bagi puluhan seniman selama tiga hari, 4–6 September 2026.
Melalui Dingklik Art Exhibition bertema “Ruang Temu”, masyarakat diajak menikmati beragam karya seni sekaligus terlibat dalam aktivitas kreatif yang berlangsung di bangunan bersejarah tersebut.
Berbagai karya menghiasi sudut-sudut Rumah Martha Tilaar, mulai dari lukisan kanvas, seni digital, hingga animasi visual.
Pameran ini melibatkan sekitar 70 seniman dari Kebumen dan sejumlah daerah lainnya. Sekitar 70–80 persen peserta merupakan seniman lokal asal Kebumen.
BACA JUGA: Spektakuler! 102 Pemain Atraksi Seni Abid Sinar Abadi Meriahkan Hari Jadi Desa Grenggeng Kebumen
Ketua Panitia Dingklik Art Exhibition, Putra Akbar Wahyu Hidayat, mengatakan nama “dingklik” diambil dari bangku kayu kecil yang lekat dengan kehidupan masyarakat tradisional.
Filosofi tersebut menjadi gambaran semangat pameran dalam menyediakan ruang bagi seniman untuk berkumpul, berproses, dan berkarya dengan berbagai keterbatasan sarana.
Pengunjung juga mendapat kesempatan mengikuti beragam kegiatan pendukung. Selain melihat karya seni, mereka dapat mengunjungi pop-up market, mengikuti artist talkshow, hingga berpartisipasi dalam creative workshop.
Kegiatannya meliputi hand lettering, pembuatan keychain, melukis di media genteng, walking sketch, dan ilustrasi digital.
Interaksi semakin terasa melalui sejumlah wahana kreatif, seperti The Walking Canvas, puzzle stamp, gerobak live painting, dan tembok harapan.
BACA JUGA: Magis dan Memikat, Seni Cowong Kebumen Pukau Pengunjung Ruwat Jagad 2026 di Bandung
Pengunjung dapat menuangkan ide serta imajinasi secara langsung dalam berbagai aktivitas tersebut.
Dingklik Art Exhibition diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya seniman lokal.
Kehadiran ruang kreatif seperti ini juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem seni sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Kebumen.






