BANDUNG, Beritakebumen.com – Alunan musik tradisional dan nuansa mistis menyelimuti Padepokan Parukuyan, Bandung, Jawa Barat.
Kelompok seni dari Kebumen sukses mencuri perhatian dalam gelaran Ruwat Jagad Tolak Bala 2026.
Sanggar Seni Bolosewu pimpinan Yon Suparman atau akrab disapa Mbah Hon menampilkan atraksi Cowong yang memukau pada Minggu, 12 April 2026.
Ribuan penonton tampak terpesona saat boneka dari batok kelapa itu bergerak seirama alunan gending Jawa.
Acara tahunan ini bertujuan memohon keselamatan bagi alam semesta. Sebelum penampilan Cowong, tim dari Kebumen membuka dengan Tari Cepetan yang enerjik.
Puncaknya, boneka Cowong terlihat menari, berputar, bahkan seolah melayang di udara. Efek magis itu tercipta berkat kolaborasi tradisi luhur dan kreativitas tim Sanggar Wiji Winaras.
BACA JUGA: Pesona Sendratari The Tales of Karangbolong Pukau Penonton di TMII
Ki Jaka Kabumian atau John Silombo berperan sebagai magician yang membuat pertunjukan terasa hidup namun tetap estetis.
Ruwat Jagad juga menghadirkan doa bersama lintas keyakinan.
Tokoh adat Dayak, praktisi pencak silat dari berbagai daerah, hingga tamu mancanegara turut hadir. Mereka tampak bangga mengenakan batik dan udeng khas Nusantara.
Mbah Hon menegaskan bahwa ritual tolak bala bukan sekadar tontonan.
“Kegiatan ini adalah upaya kita bersama merawat alam semesta sekaligus memperkuat tali persatuan di tengah keberagaman,” ujarnya.






