16 Biksu Thudong Jalan Kaki Lintas Jateng, Bawa Misi Damai Jelang Waisak

Sebanyak 16 biksu Thudong berjalan kaki hingga 250 km melintasi Jawa Tengah untuk menyambut Waisak 2026 dan menyebarkan pesan toleransi. (Foto: Humas Jateng)

SEMARANG, Beritakebumen.com – Belasan bikkhu dari berbagai daerah di Indonesia yang tengah menjalani ritual jalan kaki (Thudong) menemui Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Kota Semarang pada Senin, 25 Mei 2026.

Kehadiran para bikkhu dalam rangkaian menyambut perayaan Waisak 2026 ini membawa pesan kuat tentang perdamaian dan toleransi beragama.

Berita Lainnya

Sebanyak 16 bikkhu berjalan kaki menempuh rute sejauh 220 hingga 250 kilometer selama 11 hari.

Perjalanan spiritual ini dimulai dari Candi Sima di Jepara menuju Candi Sewu di Klaten, sebelum puncaknya dipusatkan di Candi Borobudur, Magelang.

Para peserta berasal dari beragam wilayah, mulai dari Jepara, Mojokerto, Banyumas, hingga Papua dan Medan.

Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur, menyatakan dukungan penuh terhadap aksi spiritual ini.

BACA JUGA: Pesan Lintas Zaman Sesepuh Sendangdalem: Membaca Makna Tersirat di Balik Bait Ramalan

Ia menilai sepanjang rute yang melintasi Demak, Semarang, Salatiga, hingga Boyolali, masyarakat dan relawan lintas agama menyambut hangat.

Hal tersebut membuktikan kuatnya nilai gotong royong dan persaudaraan di Jawa Tengah.

Pemprov Jateng berharap momen ini menjadi contoh nyata kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman.

Bikkhu Nyanakaruno Mahathera menegaskan bahwa Thudong bertujuan mewujudkan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari melalui kekuatan spiritual.

Ia berharap Jawa Tengah terus merawat kedamaian ini dan menjadi percontohan toleransi nasional yang kokoh.

Selama perjalanan, rombongan juga membaur dengan singgah dan bermalam di pemukiman warga setempat.

Berita terkait