SEMPOR, Beritakebumen.com – Tim Mitigasi Bencana Geologi Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan assessment pergerakan tanah di Desa Sampang, Kecamatan Sempor, Selasa (2/12/2025). Pemeriksaan dilakukan setelah laporan warga terkait pergeseran tanah yang terjadi perlahan dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam proses investigasi, tim PVMBG didampingi BPBD Kebumen. Pemantauan dilakukan melalui observasi langsung dan pemetaan udara menggunakan drone untuk melihat cakupan area terdampak secara menyeluruh.
Ketua Tim Kerja Gerakan Tanah PVMBG, Oktory Prambada, menyatakan pergerakan tanah di lokasi termasuk gerakan tanah tipe rayapan, yaitu jenis pergerakan yang tidak terjadi secara tiba-tiba melainkan berlangsung perlahan.
“Ini assessment pertama kami di Desa Sampang. Pergerakan tanahnya cukup besar dan termasuk kategori rayapan,” jelasnya.
BACA JUGA: Longsor di Karanggayam Kebumen Seret Pos Ronda, Warga Diimbau Waspada
Ia memaparkan bahwa area terdampak berada pada zona lembah yang secara alami menjadi jalur aliran air. Wilayah tersebut juga memiliki riwayat longsor pada 2016 dan tersusun dari batuan pelapukan serta bekas longsoran purba.
“Hasil pengamatan menunjukkan kondisi geologi berupa batuan lapuk yang pernah mengalami longsoran sebelumnya,” ujarnya.
Hasil assessment PVMBG akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan pemerintah, termasuk kemungkinan relokasi infrastruktur maupun permukiman warga di titik rawan. Laporan resmi nantinya direkomendasikan kepada Gubernur Jawa Tengah, BNPB, dan Bupati Kebumen.
Oktory menambahkan bahwa penyusunan kajian teknis umumnya dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu. Namun proses review internal membutuhkan kehati-hatian, terutama bila rekomendasi menyangkut relokasi.
“Kajiannya cepat, biasanya seminggu beres. Yang lama adalah fase review dari para ahli gerakan tanah dan pengambil keputusan di Badan Geologi. Apalagi jika menyangkut relokasi, prosesnya harus sangat hati-hati,” tegasnya.






