KEBUMEN, Beritakebumen.com – Kabupaten Kebumen menyimpan fakta menakjubkan. Sebanyak 139 penduduknya tercatat telah berusia lebih dari satu abad.
Data terbaru bahkan menunjukkan ada seorang warga perempuan yang masih hidup di usia 105 tahun.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kebumen merilis data agregat semester II tahun 2025.
Angka ini bersumber dari Data Konsolidasi Bersih (DKB) Kementerian Dalam Negeri. Total penduduk Kebumen saat ini mencapai 1.453.417 jiwa.
BACA JUGA: Fakta Mengejutkan! 30 Persen Penduduk Kebumen Hanya Lulusan SD, Ini Datanya
Dari jumlah tersebut, penduduk laki-laki sebanyak 736.988 jiwa atau 50,71 persen. Sementara penduduk perempuan mencapai 716.429 jiwa atau 49,29 persen.
Yang menarik perhatian, kelompok warga lanjut usia berusia 75 tahun ke atas mencapai 56.000 jiwa. Angka ini setara dengan 3,85 persen dari total penduduk Kebumen.
Di dalam kelompok lansia tersebut, terdapat 139 orang yang sudah berusia 100 tahun atau lebih.
Rincian usia penduduk tertua di Kebumen adalah sebagai berikut:
- Usia 100 tahun: 92 jiwa (40 laki-laki dan 52 perempuan)
- Usia 101 tahun: 41 jiwa (17 laki-laki dan 24 perempuan)
- Usia 103 tahun: 3 jiwa (semuanya laki-laki)
- Usia 104 tahun: 2 jiwa (semuanya perempuan)
- Usia 105 tahun: 1 jiwa (perempuan)
Dari total 56.000 penduduk berusia 75 tahun ke atas, komposisi gender menunjukkan jumlah perempuan lebih banyak. Tercatat 25.239 jiwa laki-laki dan 30.761 jiwa perempuan.
Penyebaran penduduk lansia usia 75+ di 26 kecamatan juga bervariasi. Kecamatan Kebumen menempati urutan tertinggi dengan 3.958 jiwa.
BACA JUGA: Data Terbaru: Penduduk Kebumen Capai 1.446.833 Jiwa, Mayoritas di Usia Produktif
Disusul Kecamatan Ambal sebanyak 2.969 jiwa, dan Kecamatan Karanggayam sebanyak 2.872 jiwa.
Sementara kecamatan dengan jumlah lansia paling sedikit adalah Padureso dengan 703 jiwa, disusul Sadang dengan 852 jiwa, dan Poncowarno dengan 855 jiwa.
Keberadaan 139 warga berusia di atas 100 tahun ini menjadi potret tersendiri bagi Kabupaten Kebumen. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan kualitas kesehatan dan lingkungan sosial yang cukup baik.






