BERITAKEBUMEN.COM – Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir Kabupaten Kebumen diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Fenomena fase bulan baru yang berbarengan dengan jarak terdekat bulan ke bumi (Super New Moon) memicu potensi terjadinya banjir pesisir atau rob di sepanjang pantai selatan Kebumen.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan ancaman banjir rob ini berlangsung selama hampir sepekan, terhitung sejak 16 hingga 21 Mei 2026.
BACA JUGA: Waspada Hujan Lebat di Kebumen, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi
Selain Kebumen, wilayah tetangga seperti pesisir Cilacap dan Purworejo juga menghadapi potensi risiko yang sama.
Dampak Fenomena Super New Moon
Kemunculan Super New Moon pada 17 Mei 2026 secara astronomis meningkatkan gaya tarik bulan terhadap bumi.
Kondisi ini memicu kenaikan tinggi air laut maksimum yang terpantau melalui data water level dan prediksi pasang surut BMKG.
Banjir rob di pesisir selatan ini diprediksi mengganggu ritme kehidupan warga pantai.
Area yang rentan terdampak meliputi proses bongkar muat barang di pelabuhan berpotensi terhambat akibat kenaikan permukaan air.
Kawasan hunian yang berada dekat dengan garis pantai berisiko tergenang luapan air laut.
Produktivitas tambak garam serta usaha perikanan darat terancam mengalami kerugian jika luapan air laut merendam area budidaya.
Mengingat dampak yang langsung menyasar sektor ekonomi dan domestik, BMKG meminta masyarakat untuk bergerak taktis dalam mengamankan lingkungan sekitar.
BACA JUGA: Gempa Magnitudo 2,4 Guncang Laut Selatan Kebumen, Simak Data Lengkap BMKG
Kesiapsiagaan mandiri menjadi kunci utama untuk meminimalkan kerugian materi maupun non-materi akibat pasang maksimum air laut ini.
Warga dan para pelaku usaha di sepanjang pantai Kebumen disarankan terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim resmi dari BMKG secara berkala agar bisa mengambil tindakan penyelamatan yang cepat dan tepat.






