BERITAKEBUMEN.COM – Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu paling istimewa bagi umat Islam.
Dalam kajiannya, Adi Hidayat menjelaskan bahwa amalan saleh yang dilakukan pada periode tersebut memiliki nilai pahala sangat besar, bahkan disebut lebih utama dibandingkan jihad fi sabilillah dalam kondisi tertentu.
Keutamaan itu merujuk pada hadis sahih riwayat Abdullah bin Abbas yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari.
Rasulullah SAW menyebut tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah SWT untuk melakukan amal saleh selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Para sahabat sempat menanyakan apakah jihad di jalan Allah dapat menyamai keutamaan tersebut.
Nabi SAW menjelaskan bahwa jihad tidak dapat menandinginya, kecuali bagi orang yang berjuang dengan jiwa dan hartanya lalu gugur tanpa kembali membawa apa pun.
Ustadz Adi Hidayat mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Dzulhijjah dengan memperbanyak ibadah sesuai kemampuan masing-masing.
BACA JUGA: Resmi! Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
Amalan itu dapat berupa salat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, hingga melakukan kebaikan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi umat yang memiliki rezeki lebih, dianjurkan memperbanyak infak dan menyiapkan hewan kurban terbaik.
Sementara itu, mereka yang memiliki ilmu pengetahuan didorong untuk menyebarkan edukasi dan ajakan kebaikan secara ikhlas.
Puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah juga menjadi ibadah yang sangat dianjurkan.
Puasa ini diyakini dapat menghapus dosa setahun yang lalu sekaligus menjadi sarana introspeksi diri dan memperkuat ketakwaan.
Melalui rangkaian ibadah di awal Dzulhijjah, umat Islam diajak membentuk karakter yang lebih baik dan bertakwa.
Nilai pengorbanan dalam ibadah kurban diharapkan mampu melahirkan pribadi yang jujur, bersih, dan membawa kebaikan di tengah masyarakat.






