KEBUMEN, Beritakebumen.com – Di sisi rel kereta api dan Jembatan Renville, sebuah monumen berdiri tegak mengenang keberanian para pejuang kemerdekaan.
Monumen Renville Kebumen menjadi saksi bisu strategi bumi hangus yang dilancarkan rakyat dan tentara Indonesia saat Agresi Militer Belanda II.
Lokasi ini menyimpan kisah perlawanan sengit di tanah Kebumen, Jawa Tengah.
Setelah Belanda mengingkari Perjanjian Renville tahun 1947, pejuang mengambil langkah nekad. Mereka menghancurkan infrastruktur vital agar tidak dikuasai musuh.
BACA JUGA: Syaikh Mahfudz Somalangu Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Jejak Sejarah Perlu Diluruskan
Jawaban Tegas atas Pengkhianatan Belanda
Di tubuh tugu, terukir marmer berisi pernyataan sikap para pejuang. Bunyinya menegaskan bahwa aksi bumi hangus dan perusakan bangunan strategis merupakan respons atas pengkhianatan Belanda terhadap Perjanjian Renville.
Pemerhati sejarah Kebumen, Ravie Ananda, mengungkapkan kawasan Jembatan Renville—dulu bernama Jembatan Tembana—memiliki peran strategis.
Pada 19 Desember 1948, tank dan kendaraan tempur Belanda mencoba menerobos menuju pusat Kota Kebumen.
“Pejuang kita merobohkan dan meledakkan akses jembatan serta bangunan di sekitar jalur ini. Taktik itu terbukti efektif menghambat gerak cepat kendaraan tempur Belanda,” jelas Ravie.
Arsip foto sejarah juga mencatat Perundingan Status-Quo Kemit pada 24 Januari 1948. Pertemuan yang melibatkan Mayor Rahmat dan Mayor Panudju itu memperjelas garis pertahanan di selatan Jawa Tengah.
Pesan Pengorbanan untuk Generasi Muda
Monumen ini tidak hanya bernilai sejarah militer. Di bagian alas, terdapat prasasti menyentuh: “Di sini aku mati untuk Ibu Pertiwi, harapanku bahagialah nusa bangsaku.”
BACA JUGA: Peringatan Harkitnas 2026, Tiga Anggota Satlinmas Kebumen Terima Penghargaan Khusus
Empat pilar utama dihiasi ukiran nilai-nilai luhur, Prikemanusiaan, Kebangsaan, dan Keadilan Sosial. Pesan-pesan itu mengingatkan bahwa perjuangan kemerdekaan adalah pengorbanan jiwa demi martabat bangsa.
Hingga kini, suara kereta api yang melintas setiap hari di dekat monumen seolah terus menggema.
Merawat situs bersejarah seperti Monumen Renville Kebumen menjadi kewajiban bersama agar semangat patriotisme para pahlawan tetap hidup sepanjang masa.






