Marning Indra Jaya, UMKM Kebumen yang Sukses Tembus Pasar Sumatra hingga Papua

Marning Indra Jaya Prembun, UMKM Camilan Tradisional Kebumen yang Makin Diminati di Indonesia.

PREMBUN, Beritakebumen.com – Usaha camilan tradisional asal Kabupaten Kebumen terus menunjukkan potensi menjanjikan.

Salah satunya Marning Indra Jaya yang dirintis pasangan Imam Prasmono dan istrinya di Desa Prembun, Kecamatan Prembun, sejak 2003.

Berita Lainnya

Berawal dari produksi rumahan sederhana, olahan jagung tersebut kini dipasarkan hingga berbagai wilayah Indonesia.

Imam mengembangkan usahanya secara bertahap dengan mengandalkan kualitas produk dan ketekunan.

Dalam sekali produksi, sekitar 50 kilogram jagung pilihan dapat diolah menjadi marning renyah.

Proses pembuatannya masih mempertahankan cara tradisional menggunakan wajan besar dan tungku.

BACA JUGA: Kreatif! Warga Kebumen Ubah Live TikTok Colour Ball Jadi Lapangan Kerja Desa

Metode tersebut dipilih untuk menjaga cita rasa, kebersihan, serta tekstur renyah yang menjadi karakter produknya.

Marning Indra Jaya dijual sekitar Rp25.000–Rp26.000 per kilogram dengan pilihan rasa original hingga balado.

Usaha ini juga menghasilkan camilan tradisional lainnya, seperti intip dan sriping atau keripik.

Untuk memperluas pemasaran, Imam memanfaatkan jaringan sales, marketplace, serta media sosial.

Ia rutin melakukan live streaming TikTok sekitar pukul 20.30 WIB setiap malam untuk menjangkau konsumen.

Strategi tersebut membuat produk UMKM Kebumen ini mampu menjangkau pasar luar Jawa, termasuk Sumatra, Bali, dan Papua.

Imam berharap camilan khas Kebumen tetap lestari, semakin dikenal masyarakat, dan mampu bersaing di pasar nasional.

Berita terkait