KEBUMEN, Beritakebumen.com – Keluhan leher kaku, punggung pegal, hingga nyeri pinggang bawah atau low back pain kerap muncul setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Direktur RSU PKU Muhammadiyah Sruweng, dr. Hasan Bayuni, membagikan latihan sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, yakni dead hang.
Dead hang merupakan latihan dengan cara bergelantungan bebas pada tiang atau penopang yang kokoh.
BACA JUGA: Saran dr Hasan Bayuni: Hindari Porsi Nasi Berlebih Saat Sahur, Ini Alasannya
Menurut dr. Hasan Bayuni, gerakan tersebut dapat memberikan efek dekompresi pada tulang belakang sehingga membantu mengurangi tekanan pada area tersebut.
“Latihan ini biasa disebut dengan dead hang atau bergelantungan bebas. Dengan bergelantungan bebas, postur tubuh kita akan jauh lebih sehat karena adanya dekompresi atau penurunan tekanan pada tulang belakang,” ujar dr. Hasan Bayuni, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Latihan dead hang juga dapat membantu mengurangi tekanan pada bahu dan pinggang bawah.
Gerakan ini sekaligus melatih otot lengan serta meningkatkan kembali kekuatan daya genggam tangan yang melemah.
Dari sisi pelaksanaannya, dead hang tergolong praktis. Latihan dapat dilakukan dengan memanfaatkan tiang atau penopang yang kuat dan aman untuk menopang berat badan.
Dr. Hasan menyarankan durasi bergelantungan sekitar 10–15 detik dalam setiap sesi. Setelah itu, latihan dapat diulangi dengan jeda sekitar 1 menit.
BACA JUGA: Kerap Salah Kaprah, Ternyata Ini Kunci Utama Selamatkan Korban Gigitan Ular Menurut Dokter RSDS
Dalam satu sesi, gerakan dead hang dapat dilakukan sebanyak 3–4 kali. Agar manfaatnya dapat dirasakan secara bertahap, latihan disarankan dilakukan secara rutin sekitar 2–3 kali dalam sepekan.
Latihan dead hang dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik sederhana untuk membantu menjaga kondisi tubuh, terutama pada area bahu, leher, lengan, dan tulang belakang.
Dengan latihan yang dilakukan secara rutin sesuai kemampuan, tubuh diharapkan terasa lebih bugar dan keluhan pegal dapat berkurang secara bertahap.






