Di Kebumen, Mendikdasmen Serukan Pentingnya Siswa Antre dan Ambil Sendiri MBG

Saat meresmikan revitalisasi 61 sekolah di Kebumen, Mendikdasmen soroti mekanisme distribusi Makan Bergizi Gratis yang edukatif. (Foto: Pemkab Kebumen)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan memenuhi gizi siswa, tetapi juga menjadi media penanaman nilai-nilai karakter.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti secara khusus menekankan hal ini, dengan mendorong agar siswa membiasakan diri mengambil jatah makanannya sendiri dan mengantre dalam pelaksanaan program tersebut.

Berita Lainnya

Penekanan pada aspek pendidikan karakter ini disampaikan Abdul Mu’ti dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kebumen, Senin, 26 Januari 2026.

Kunjungan tersebut juga sekaligus meresmikan revitalisasi 61 sekolah yang telah tuntas 100 persen di Kabupaten Kebumen.

BACA JUGA: Mendikdasmen Resmikan Proyek Revitalisasi 61 Sekolah di Kebumen Senilai Rp31,8 Miliar

Abdul Mu’ti menjelaskan, mekanisme distribusi makanan di sekolah dapat dirancang secara edukatif.

Ia menganjurkan agar siswa tidak sekadar menerima makanan yang telah disajikan di meja, melainkan aktif mengambil jatahnya sendiri dengan tertib.

“Anak-anak sebaiknya dibiasakan untuk mengantre. Dari sini, kita bisa menanamkan nilai disiplin, ketertiban, dan kesabaran sejak dini,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, kegiatan makan bersama di sekolah juga dapat diawali dengan budaya mengucap syukur atau berdoa bersama, guna memperkuat aspek spiritual dan rasa kebersamaan.

Ajakan ini merupakan bagian integral dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan kebijakan strategis pemerintah.

BACA JUGA: Ini 9 Pesantren Tertua di Jawa Tengah yang Mengubah Wajah Nusantara, Salah Satunya dari Kebumen

Fokusnya adalah menciptakan dampak ganda, meningkatkan kesehatan siswa sekaligus membentuk kepribadian yang baik.

Kunjungan kerja ke Kebumen juga meninjau hasil program revitalisasi sekolah. Abdul Mu’ti menyatakan bahwa pencapaian di Kebumen melanjutkan kesuksesan serupa di sejumlah daerah lain.

Pemerintah menargetkan revitalisasi lebih dari 71.000 satuan pendidikan pada tahun 2026 untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Berita terkait