Ini 9 Pesantren Tertua di Jawa Tengah yang Mengubah Wajah Nusantara, Salah Satunya dari Kebumen

Kebumen jadi rumah pesantren tertua di Asia Tenggara, inilah 9 jejak pendidikan Islam legendaris di Jawa Tengah. (Foto: Ilustrasi AI)

Beritakebumen.com – Jawa Tengah bukan hanya dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang pendidikan Islam di Nusantara.

Berdiri tegak selama berabad-abad, sejumlah pondok pesantren di wilayah ini telah melahirkan ulama-ulama besar dan tokoh pergerakan nasional.

Berita Lainnya

Keberadaan mereka menjadi bukti kokohnya tradisi keilmuan Islam yang tetap relevan hingga era modern.

Berikut adalah sembilan pesantren tertua di Jawa Tengah yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah pendidikan Islam:

BACA JUGA: Gubernur Jateng Minta Pesantren Sebarkan Pesan Damai di Haul ke-7 KH Musyaffa Ali Kebumen

1. Pondok Pesantren Al-Kahfi Somolangu, Kebumen (Berdiri 1475)

Menempati posisi puncak sebagai yang tertua, Pesantren Al-Kahfi Somolangu didirikan oleh Syekh As-Sayid Abdul Kahfi Al-Hasani pada tahun 1475 Masehi.

Pesantren ini bahkan diyakini sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Asia Tenggara. Saat ini, pesantren diasuh oleh KH Afifuddin Hanif Al-Hasani yang merupakan generasi ke-16.

Ulama besar seperti Mbah Kiai Dalhar Watu Conggol pernah menimba ilmu di sini.

2. Pondok Pesantren Luhur Dondong, Semarang (Berdiri 1609)

Didirikan oleh Kiai Syafi’i Pijoronegoro, seorang komandan perang Mataram era Sultan Agung. Pesantren ini memiliki nilai sejarah tinggi karena musalanya pernah menjadi markas gerilya Pangeran Diponegoro.

Tokoh besar seperti Kiai Saleh Darat, guru dari KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan, tercatat pernah berguru di tempat ini.

3. Pondok Pesantren Jamsaren, Solo (Berdiri 1750)

Lahir atas prakarsa Sunan Pakubuwana IV, pesantren ini sempat vakum selama 50 tahun akibat Perang Diponegoro sebelum akhirnya bangkit kembali pada 1878 di bawah kepemimpinan KH Idris.

Jamsaren dikenal sebagai “pesantren pergerakan” yang melahirkan tokoh sekaliber KH Maskur, Menteri Agama RI pertama.

4. Pondok Pesantren MIS Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’i, Rembang (Berdiri 1810)

Berlokasi di Sarang, pesantren ini merupakan cikal bakal pusat keilmuan di wilayah pesisir utara.

Didirikan oleh KH Ghazali, tempat ini menjadi lokasi awal KH Bisri Syansuri, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama, memperdalam ilmu agamanya.

5. Pondok Pesantren Watu Congol, Magelang (Berdiri 1830)

Didirikan oleh KH Dalhar, seorang mursyid Thariqah Syadziliyah dan pejuang kemerdekaan. Pesantren ini menjadi magnet bagi para pencari ilmu dari berbagai daerah.

Alumni terkenalnya mencakup KH Mahrus Ali (Lirboyo) hingga KH Hamim Tohari Jazuli atau Gus Miek yang legendaris.

6. Pondok Pesantren Al-Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo (Berdiri 1832)

Pesantren ini mencapai masa keemasan di bawah KH Muntaha Al-Hafidz, yang dikenal berhasil mengintegrasikan metode hafalan Al-Qur’an dengan sains modern.

Inovasi ini membuahkan berdirinya Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) yang menjadi kebanggaan warga Wonosobo.

BACA JUGA: 56 Pesantren di Jateng Jadi Pilot Program Ramah Anak, Salah Satunya dari Kebumen, Ini Daftarnya

7. Pondok Pesantren Giri Kusumo, Demak (Berdiri 1868)

Terletak di Mranggen, pesantren ini didirikan oleh Syekh Muhammad Hadi bin Thahir.

Hingga saat ini, Giri Kusumo tetap teguh sebagai pusat pendidikan tasawuf dan pusat Thariqah Naqshabandiyah Khalidiyah di Jawa Tengah.

8. Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin Balai Kambang, Jepara (Berdiri 1884)

KH Hasbullah mendirikan pesantren ini untuk membawa syiar Islam ke daerah yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah “abangan”.

Kini, di bawah asuhan KH Makmun Abdullah, pesantren ini berkembang menjadi lembaga modern yang memiliki politeknik dan Ma’had Aly.

9. Pondok Pesantren Nurul Kersan, Kendal (Berdiri 1884)

Sebagai pesantren tertua di Kendal, Nurul Kersan tetap mempertahankan arsitektur asrama rumah panggung kayu jati yang ikonik.

Pesantren ini dijuluki sebagai “ibu pesantren” di Kendal karena banyak alumninya yang kemudian mendirikan pesantren baru di wilayah sekitar.

BACA JUGA: 2 Kali Jumatan di Haromain, Program Umrah Istimewa Ponpes Al Falah Sumberadi Kebumen Resmi Dimulai

Keberadaan sembilan pesantren ini menunjukkan betapa dalamnya akar pendidikan Islam di Jawa Tengah.

Mereka tidak hanya menjaga tradisi spiritual, tetapi juga terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri aslinya.

Bagi masyarakat umum, mengunjungi atau mempelajari sejarah pesantren-pesantren ini memberikan perspektif baru tentang ketangguhan nilai-nilai lokal dalam membentuk peradaban bangsa.

Berita terkait