Namun, akibat tekanan cuaca saat ini, berat buah yang dihasilkan jauh di bawah angka tersebut.
Meski mengalami penurunan, Agus mengaku tetap bersyukur masih bisa memetik hasil. Pasalnya, banyak rekan sesama petani di wilayah lain yang kondisinya jauh lebih memprihatinkan.
Di Kecamatan Ambal misalnya, banyak lahan melon yang rusak parah hingga harus dicabut sebelum masa panen tiba.
BACA JUGA: Panen Durian di Sadang Kebumen Turun Drastis, Produksi Anjlok hingga 90 Persen Akibat Cuaca
Untuk total produksi kali ini, Agus memperkirakan hanya mampu mengumpulkan sekitar 1,5 ton melon. Di sisi lain, harga jual melon di tingkat petani saat ini bertahan di angka Rp15.000 per kilogram.
Para petani di wilayah Klirong kini hanya bisa berharap kondisi cuaca pada musim tanam berikutnya lebih bersahabat.
Mereka sangat bergantung pada stabilitas iklim agar bisa mengembalikan produktivitas lahan dan menutupi kerugian yang terjadi pada musim ini.






