Hilang Terbawa Arus di Kebumen, Nelayan Pencari Ubur-ubur Ditemukan Meninggal di Kulonprogo

Setelah 5 hari pencarian intensif oleh Basarnas dan tim SAR gabungan, nelayan Kebumen yang terbawa arus saat mencari ubur-ubur ditemukan meninggal. (Foto: Basarnas Cilacap)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Setelah lima hari pencarian, seorang nelayan pencari ubur-ubur yang hilang diterjang gelombang di Pantai Tegalretno, Kebumen, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Jenazah Sairin (50) ditemukan terdampar di pesisir Pantai Mlarangan Asri, Kulonprogo, pada Jumat, 28 November 2025 dini hari.

Berita Lainnya

Operasi pencarian yang digelar Basarnas Kantor SAR Cilacap bersama tim gabungan akhirnya berbuah hasil.

BACA JUGA: Gelombang Tinggi di Kebumen Rusak 15 Perahu Nelayan, Kerugian Capai Rp630 Juta

Rowidin, Koordinator Pencarian, menjelaskan bahwa jenazah ditemukan oleh warga dan PMI Purworejo sekitar pukul 02.00 WIB.

Identitas korban, Sairin, kemudian dikonfirmasi oleh keluarganya setelah jenazah dibawa ke RSUD Wates untuk penanganan lebih lanjut.

Kronologi kejadian bermula pada Senin, 24 November siang. Sairin, warga Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, pergi mencari ubur-ubur bersama seorang rekan.

Malang tak dapat ditolak, perahu yang mereka tumpangi dihantam gelombang tinggi hingga menyebabkan keduanya tercebur.

Rekan Sairin berhasil menyelamatkan diri dengan bantuan nelayan lain, sementara Sairin sendiri terbawa arus laut yang kuat.

BACA JUGA: Tinggalkan Motor di Tepi Pantai, Pemuda Mirit Hilang Ditelan Ombak Ambal Kebumen

Pencarian selama lima hari melibatkan empat tim pencari (SRU). Tim SAR melakukan penyisiran menyeluruh, baik di permukaan air menggunakan perahu jukung milik SAR Lawet Perkasa dan kapal LCR, maupun di sepanjang garis pantai.

Dengan ditemukannya Sairin, operasi SAR dinyatakan resmi berakhir. Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Berita terkait