KEBUMEN, Beritakebumen.com – Peringatan Hari Autisme Sedunia setiap bulan April menjadi momen penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat.
RSUD dr. Soedirman (RSDS) Kebumen mengajak publik melihat autisme sebagai bagian dari keberagaman manusia, bukan sebagai penyakit.
Tema yang diusung adalah “Autisme dan Kemanusiaan: Setiap Kehidupan Bernilai”.
Dalam Sudirman Podcast, Lintang Tahta Mulyadini, terapis okupasi di RSUD dr. Soedirman, menjelaskan bahwa autisme adalah kondisi neurodivergen.
Kondisi ini terjadi karena perbedaan fungsi kerja otak yang memengaruhi cara seseorang berinteraksi, berkomunikasi, dan berperilaku.
Orang Tua Harus Waspadai Tanda Awal Autisme
Deteksi dini menjadi kunci pendampingan anak. Lintang menyebutkan beberapa ciri yang patut diperhatikan orang tua, seperti keterlambatan bicara.
Anak hanya bisa babbling hingga usia 12 bulan atau belum mampu merangkai kata bermakna pada usia 16 bulan.
Perilaku repetitif juga menjadi indikator kuat. Anak mungkin sering mengepakkan tangan, menjentikkan jari, atau sangat terobsesi pada satu benda secara berulang.
Literasi yang baik membantu orang tua memberikan penanganan tepat bagi buah hati.
BACA JUGA: Bukan Lansia Lagi! Remaja juga Rentan Kena Serangan Jantung, Simak Tips CERDIK dari RSDS Kebumen
Hentikan Stigma Negatif terhadap Penyandang Autisme
Masyarakat tidak boleh memberikan penilaian sepihak saat melihat anak autis mengalami tantrum di tempat umum. Kondisi tersebut sering dipicu oleh stimulasi berlebihan dari suara keras atau keramaian.
“Mereka tidak butuh dikasihani, mereka butuh ruang dan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya,” tegas Lintang.
Pendekatan komunikasi yang singkat, padat, dan jelas sangat disarankan saat berinteraksi dengan penyandang autisme.
Bagi keluarga pendamping, fokus utama sebaiknya diarahkan pada peningkatan kualitas hidup dan kemandirian.
Autisme tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan, tetapi setiap kemajuan kecil adalah kemenangan besar. Progres sederhana seperti anak mau merespon panggilan atau bersedia tos merupakan langkah nyata menuju kemandirian.
RSUD dr. Soedirman menyediakan fasilitas terapi okupasi ramah anak dengan area bermain dan jadwal teratur.
Masyarakat Kebumen diharapkan semakin inklusif dan menghargai setiap individu dengan segala keterbatasannya. Setiap kehidupan memiliki nilai yang sama berharganya.






