Beritakebumen.com – Samsung resmi meluncurkan Galaxy A57, ponsel mid-range terbaru yang menyasar pasar Indonesia.
Perangkat ini hadir sebagai penerus Galaxy A56 yang cukup populer. Sayangnya, peningkatan performa belum sebanding dengan perubahan desain yang signifikan.
Desain Premium dengan Bobot 180 Gram
Samsung Galaxy A57 terasa lebih nyaman digenggam. Bobotnya hanya 180 gram, sekitar 10 persen lebih ringan dari pendahulunya.
Ketebalannya pun menyusut menjadi 6,9 mm. Samsung juga mempertebal bezel layar, sehingga tampilan depan terasa lebih lega dan modern.
BACA JUGA: POCO X8 Pro Resmi Rilis di Indonesia, Desain Premium dan Baterai 6.500 mAh
Material ponsel ini tergolong premium. Lapisan Gorilla Glass Victus Plus melindungi bagian depan dan belakang.
Sementara bingkai aluminium menambah kesan kokoh. Sertifikasi IP68 menjadi nilai plus. Ponsel ini tahan air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Chipset Exynos 1680: Kurang Bertenaga
Di sektor dapur pacu, Samsung mengandalkan chipset Exynos 1680. Sayangnya, lompatan performa terasa minim.
Saat menjalankan game berat seperti Genshin Impact, frame rate hanya mencapai 40-an FPS pada pengaturan medium. Suhu perangkat juga cukup panas, yakni 47 hingga 48 derajat Celcius.
Samsung mengklaim sistem pendingin 13 persen lebih luas. Namun peningkatan ini belum cukup menstabilkan performa saat sesi bermain intens.
Kamera dan Baterai Masih Standar
Konfigurasi kamera Galaxy A57 masih sama dengan seri sebelumnya: kamera utama 50 MP, ultrawide 13 MP, dan makro 5 MP.
Hasil foto khas Samsung dengan warna cerah dan detail yang baik. Peningkatan kecil terlihat pada transisi zoom saat perekaman video yang lebih halus.
BACA JUGA: Review Samsung Galaxy S26 Ultra, Layar Anti-Intip dan Performa Snapdragon 8 Elite
Baterai 5000 mAh didukung pengisian cepat 45W. Dalam 30 menit, daya bisa terisi hingga 64 persen. Angka ini cukup kompetitif untuk aktivitas harian.
Harga dan Target Pasar
Samsung Galaxy A57 dibanderol sekitar Rp6,8 juta hingga Rp7 juta untuk varian 8/256GB. Samsung menjanjikan pembaruan perangkat lunak hingga 6 tahun.
Ponsel ini cocok bagi pengguna yang mengutamakan desain dan kenyamanan genggaman. Namun bagi pemburu performa murni atau fitur telefoto, kompetitor atau Samsung Galaxy S25 FE bisa menjadi alternatif menarik.






