KEBUMEN, Beritakebumen.com – Dua kebakaran terjadi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dalam waktu berdekatan pada Senin, 21 September 2026.
Kebakaran pertama melanda lahan kosong di Desa Langse, Kecamatan Karangsambung, sedangkan kebakaran berikutnya terjadi di kawasan hutan jati Desa Argopeni, Kecamatan Ayah.
Kebakaran di Desa Langse diketahui sekitar pukul 13.29 WIB. Api membakar lahan kosong di Dukuh Glagahamba, RT 03 RW 02, dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 8,3 hektare.
Personel Polsek Karangsambung bersama warga kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 22.10 WIB.
BACA JUGA: Kebakaran Lahan di Karanggayam Kebumen, Api Bakar 1,4 Hektare
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material akibat kebakaran tersebut. Polisi masih menyelidiki penyebab munculnya api.
“Penyebab kebakaran sampai saat ini masih diselidiki kepolisian. Kami masih melakukan penyelidikan apakah itu sengaja dibakar atau sebab lainnya,” kata AKBP Putu, Selasa, 22 September 2026.
Sekitar 20 menit setelah kebakaran di Langse diketahui, api kembali muncul di kawasan hutan jati Panjatan Dengdeng, Hutan Argopeni RPH Tebo, Desa Argopeni, Kecamatan Ayah.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 13.50 WIB dan membakar area hutan jati sekitar 0,3 hektare. Lokasi kebakaran berada di tepi jalan raya Ayah-Karangbolong.
Peristiwa tersebut baru dilaporkan kepada Polsek Ayah sekitar pukul 18.10 WIB. Petugas kemudian bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), pemerintah desa, dan warga melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB. Petugas selanjutnya melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Pemantauan dilakukan secara intensif karena terdapat sejumlah warung dan tempat usaha warga sekitar 100 meter dari lokasi kebakaran. Api yang kembali muncul berpotensi meluas dan mengancam bangunan di sekitarnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kebakaran hutan jati tersebut. Kerusakan sementara berupa pohon jati dan ekosistem hutan pada area sekitar 0,3 hektare, sedangkan nilai kerugian masih belum dapat ditaksir.
Kapolres Kebumen mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Kondisi vegetasi yang kering, suhu udara tinggi, dan hembusan angin dapat mempercepat penyebaran api.
BACA JUGA: Kebakaran Hutan di Ayah Kebumen Meluas hingga 1,4 Hektare, Ini Kendalanya
“Polres Kebumen mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Jika melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujar AKBP Putu.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di lahan terbuka maupun kawasan hutan.
Patroli dan koordinasi dengan Perhutani, pemerintah desa, serta masyarakat terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.






