Tak Lagi Manual! Bendung Keceme Kebumen Pakai Pintu Air Elektromekanik

Modernisasi Bendung Keceme Kebumen, sistem pintu air baru layani 432 hektar sawah.

BONOROWO, Beritakebumen.com – Bendung Keceme di Desa Patukgawemulyo, Kecamatan Bonorowo, Kebumen, tengah menjalani modernisasi untuk meningkatkan pelayanan irigasi bagi 432 hektar lahan pertanian.

Proyek rehabilitasi yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak ini mencakup pembaruan sistem pengoperasian pintu air menggunakan teknologi elektromekanik.

Bacaan Lainnya

Perubahan utama terletak pada sistem penggerak pintu bendung. Sebelumnya, petugas mengoperasikan pintu air secara manual menggunakan derek dan tenaga manusia.

BACA JUGA: World Cleanup Day 2026, Warga Kelurahan Kebumen Gotong Royong Bersihkan Aliran Irigasi

Kini, sistem tersebut diganti dengan penggerak elektromekanik yang memanfaatkan pasokan listrik PLN.

Kepala Unit Pengelola Irigasi Waduk Wadaslintang Unit Bedegolan, Purnawan, mengatakan pekerjaan rehabilitasi masih berlangsung dan ditargetkan rampung pada 5 Desember 2026.

“Perbaikan Bendung Keceme ini masih berlangsung di dalam pelaksanaan rehabilitasi dan selesai itu di 5 Desember 2026,” ujar Purnawan.

Menurutnya, penggunaan teknologi elektromekanik membuat proses membuka dan menutup pintu air menjadi lebih cepat.

Petugas cukup menekan tombol untuk mengoperasikannya tanpa harus menggunakan tenaga manual.

Kecepatan pengoperasian tersebut juga penting ketika terjadi peningkatan debit air.

Pintu bendung dapat dibuka maupun ditutup lebih cepat sehingga pengaturan aliran air bisa dilakukan secara lebih responsif, terutama saat kondisi banjir.

Purnawan menjelaskan, Bendung Keceme memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan air pertanian di wilayah Kebumen bagian timur.

BACA JUGA: 8.401 Hektare Sawah di Kebumen Mulai Dialiri, Petani Diminta Segera Tanam Padi

Infrastruktur ini menyuplai kebutuhan irigasi untuk dua area persawahan.

Rinciannya, sebanyak 358 hektar lahan di Saluran Sekunder Pucangkiri dan 74 hektar di kawasan Sarwogadung.

Secara keseluruhan, cakupan layanan irigasi mencapai 432 hektar yang berada di wilayah Kecamatan Bonorowo dan Mirit.

Pos terkait