BUAYAN, Beritakebumen.com – Kabar mengejutkan datang dari pesisir selatan Kebumen. Tebing ikonik di kawasan Wisata Pantai Karangbolong, Kecamatan Buayan, dilaporkan mengalami longsor.
Peristiwa ini menimpa Goa Contoh, lokasi sakral yang menjadi pusat simulasi dan ritual adat pengambilan sarang burung walet yang melegenda di wilayah tersebut.
Kronologi Kejadian
Insiden ambruknya dinding tebing ini diperkirakan terjadi pada Kamis malam, 27 Februari 2026 malam.
Karena situasi lokasi yang gelap dan sepi dari aktivitas warga maupun wisatawan, detik-detik pasti runtuhnya material batu tersebut tidak diketahui secara mendetail.
BACA JUGA: Tebing 10 Meter di Sempor Kebumen Longsor, Dua Rumah Warga Rusak Terjang Material
Perangkat Desa Karangbolong, Sakirin, mengonfirmasi kejadian tersebut setelah melakukan pengecekan di lokasi.
Ia memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. “Waktu pastinya tidak ada yang tahu, karena kejadiannya malam hari,” ungkap Sakirin, Minggu, 1 Maret 2026.
Kondisi Kerusakan dan Dampak di Lokasi
Berdasarkan pantauan di lapangan dan rekaman video amatir yang beredar, kondisi mulut Goa Contoh kini tertutup tumpukan material tanah dan bebatuan dalam jumlah besar.
Bagian atas tebing tampak terkelupas, menyisakan bekas longsoran baru yang terlihat sangat labil.
Beberapa fasilitas penunjang wisata, seperti bangku panjang berwarna hijau dan papan peringatan di sekitar area, masih berdiri namun posisinya sangat dekat dengan timbunan material.
Suasana di lokasi tampak mencekam dengan narasi perekam video yang mengekspresikan keterkejutan atas hilangnya wajah asli gua yang biasanya kokoh berdiri.
Lokasi Ritual Adat
Gua ini memiliki nilai historis dan budaya yang sangat tinggi bagi masyarakat setempat. Selama ini, Goa Contoh berfungsi sebagai maket asli yang menggambarkan rumitnya proses pengambilan sarang burung walet.
BACA JUGA: Longsor di Karanggayam Kebumen Seret Pos Ronda, Warga Diimbau Waspada
Lebih dari itu, lokasi ini menjadi tempat wajib untuk menggelar ritual sebelum para pengunduh turun ke tebing-tebing curam demi mencari “emas putih” tersebut.
Wisatawan diimbau untuk menjauh dari area terdampak demi keselamatan, mengingat kondisi cuaca di pesisir selatan yang masih sulit diprediksi.






