Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu menilai Gombong memiliki kekuatan historis sekaligus branding yang kuat. Selain itu, wilayah tersebut juga berdekatan dengan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong yang berpotensi menjadi rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa kedokteran.
“Secara ekonomi dan ketenaran, nama Gombong memiliki daya tarik tinggi. Namun, kami tetap berkomitmen melalui MoU dengan Bupati bahwa pengembangan ke depan bisa dilakukan di Kebumen untuk membantu menggerakkan perekonomian daerah,” jelasnya.
BACA JUGA: KPK Ungkap Potensi Penyalahgunaan Pokir DPRD dan Bansos di Kebumen
Dari sisi sumber daya manusia, UNIMUGO menilai kesiapan tenaga pengajar cukup memadai. Hal tersebut didukung keberadaan dokter spesialis di RS PKU Muhammadiyah Gombong, yang selama ini juga kerap membantu kegiatan akademik di berbagai perguruan tinggi.
Menurut Prof Sofyan, tenaga medis dari rumah sakit tersebut bahkan pernah diperbantukan untuk kegiatan akademik di sejumlah daerah, termasuk hingga Banjarmasin.
Siapkan Sejumlah Program Studi Baru
Selain rencana pembukaan Fakultas Kedokteran, UNIMUGO juga menyiapkan sejumlah program studi baru untuk memperkuat kapasitas akademik kampus. Program yang direncanakan meliputi Magister (S2) Keperawatan, Psikologi, Aktuaria, serta Fakultas Agama Islam.
BACA JUGA: Sosok Zufa Pasha Sabina, Gadis Asal Kebumen yang Raih IPK Sempurna 4,00 di UGM
Saat ini UNIMUGO memiliki 13 program studi aktif. Dari jumlah tersebut, tujuh program studi diproyeksikan meraih akreditasi “Unggul” setelah Lebaran mendatang, yang menjadi salah satu syarat penting untuk pengajuan akreditasi institusi Unggul.
Melalui pengembangan program studi baru dan rencana pembukaan Fakultas Kedokteran, UNIMUGO menargetkan peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak tenaga profesional di bidang kesehatan dan ilmu pengetahuan. ***






