Kenapa Lailatul Qadar Setara 1000 Bulan? Simak Penjelasan Gus Baha Soal Bonus Usia Umat Akhir Zaman

Gus Baha ungkap alam semesta punya kesadaran. Tanah menangis saat orang saleh wafat. (Foto: Istimewa)

Beritakebumen.com – KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang akrab disapa Gus Baha, memberikan pandangan mendalam mengenai malam Lailatul Qadar dalam sebuah pengajian terbaru.

Gus Baha menegaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan hadiah istimewa dari Allah SWT untuk menjawab keresahan Nabi Muhammad SAW terkait umur umatnya yang relatif singkat.

Berita Lainnya
Keresahan Nabi dan Hadiah Beribu Bulan

Dalam penjelasannya, Gus Baha mengutip kitab hadis kredibel yang menceritakan momen saat Nabi Muhammad SAW merenungi usia umat terdahulu.

Nabi Nuh AS, misalnya, memiliki umur hingga 950 tahun, sementara Nabi Ibrahim AS dan para nabi lainnya juga dikaruniai usia yang sangat panjang untuk beribadah.

BACA JUGA: Gus Baha Ingatkan Cara Beragama yang Bahagia dan Rileks, Jangan Jadikan Takdir Sebagai Beban

Nabi Muhammad merasa resah karena umur umatnya rata-rata hanya berkisar antara 60 hingga 70 tahun. Dengan waktu yang terbatas, sulit bagi umat akhir zaman untuk menandingi totalitas ibadah umat terdahulu.

Menanggapi keresahan sang kekasih, Allah SWT menurunkan Lailatul Qadar, satu malam yang nilai pahalanya setara dengan 1.000 bulan atau sekitar 83 tahun 4 bulan.

Berita terkait