BERITAKEBUMEN.COM – Momentum Tahun Baru Hijriah 1448 H dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat kemandirian umat.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya refleksi mendalam agar semangat hijrah mampu diwujudkan dalam kehidupan nyata, khususnya di bidang ekonomi dan politik.
Haedar menjelaskan, hijrah mengandung makna perubahan kolektif menuju kondisi yang lebih baik.
Semangat tersebut menuntut kesungguhan dalam mengatasi ketertinggalan dan membangun peradaban yang maju.
Ia mencontohkan hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai langkah strategis menuju kehidupan yang berlandaskan nilai tauhid.
Menurutnya, ajaran Islam mendorong umat untuk memiliki kemandirian sehingga mampu menjadi pihak yang memberi.
Prinsip ini selaras dengan pesan Al-Qur’an dan hadis tentang keutamaan menjadi pemberi serta pentingnya kekuatan umat.
BACA JUGA: Sambut Tahun Baru Islam, Buya Yahya Ingatkan Umat Waspadai Riwayat Palsu Muharram
Dalam konteks global, Haedar menilai sebagian negara Islam memiliki kekuatan ekonomi, tetapi belum diikuti kemandirian politik.
Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia, di mana umat Islam masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing ekonomi dan peran politik.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan umat dalam sektor bisnis strategis, termasuk industri besar dan teknologi, dengan tetap menjunjung prinsip etika dan profesionalitas.
Penguatan UMKM juga dinilai tetap relevan untuk mendorong kemandirian ekonomi.
Haedar menegaskan, kemandirian umat harus berjalan seiring dengan penguatan nilai spiritual dan akhlak.
Kolaborasi lintas elemen bangsa menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang berkemajuan.
Momentum Tahun Baru Hijriah diharapkan mampu mendorong umat Islam menjadi kekuatan yang membawa manfaat luas bagi kehidupan.






