Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Kebumen

BMKG keluarkan peringatan dini gelombang tinggi di Perairan Selatan Kebumen hingga 4 meter. (Ilustrasi: Created by AI)

BERITAKEBUMEN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di Perairan Selatan Kebumen, Cilacap, dan Purworejo, Jawa Tengah.

Masyarakat pesisir dan nelayan diminta waspada karena ketinggian gelombang diprediksi mencapai 4 meter.

Berita Lainnya

Peringatan dini ini berlaku mulai dari tanggal 28 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga 31 Mei 2026 pukul 07.00 WIB.

BMKG menyebutkan bahwa gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Perairan Cilacap, Kebumen, dan Purworejo.

BACA JUGA: Berlaku Mulai Hari Ini! Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Cilacap, Kebumen dan Purworejo

Kategori gelombang ini tergolong tinggi dan berbahaya bagi aktivitas pelayaran.

Untuk kondisi cuaca di wilayah perairan tersebut, BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan. Namun, potensi hujan ringan yang tidak merata bisa terjadi di perairan Cilacap.

Kecepatan angin umumnya bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 3 hingga 18 knot.

Kombinasi antara kecepatan angin dan tinggi gelombang ini meningkatkan risiko bagi berbagai jenis kapal.

BMKG juga mengingatkan risiko keselamatan pelayaran berdasarkan jenis kapal. Perahu nelayan menghadapi risiko tinggi jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan gelombang di atas 1,25 meter.

Kapal tongkang perlu waspada saat angin mencapai 16 knot dan gelombang mencapai 1,5 meter.

Sementara kapal ferry menghadapi risiko ketika kecepatan angin menyentuh 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

BACA JUGA: Peringatan Dini BMKG: Perairan Selatan Kebumen Berpotensi Gelombang Tinggi dan Hujan Lokal

Masyarakat yang beraktivitas di pesisir selatan Kebumen, Cilacap, dan Purworejo diminta tetap memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG.

Nelayan dan operator kapal disarankan untuk tidak memaksakan diri melaut selama masa peringatan dini ini berlangsung.

Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama di tengah potensi gelombang tinggi yang masih akan berlangsung hingga akhir Mei 2026.

Berita terkait