Pedagang Bakso Asal Kebumen Meninggal di Bandung, Jenazah Dipulangkan Lewat Gotong Royong Perantau

Pedagang bakso asal Kebumen meninggal dunia saat berjualan di Dago, Bandung. Jenazah almarhum berhasil dipulangkan berkat gotong royong warga dan Pemprov Jateng. (Foto: Badan Penghubung Jawa Tengah)

BANDUNG, Beritakebumen.com – Sarjiman (49), seorang pedagang bakso keliling asal Desa Pucangan, Kecamatan Sadang, Kebumen, meninggal dunia saat berjualan di Dago Pakar, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu, 11 Juli 2026 sore.

Berkat koordinasi cepat Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, jenazah almarhum berhasil dipulangkan ke kampung halamannya pada Minggu, 12 Juli 2026 dini hari.

Berita Lainnya

Berdasarkan keterangan anggota Paguyuban SKS Kebumen, Turiman, Sarjiman merupakan warga RT 003 RW 005 Desa Pucangan yang tinggal seorang diri di rumah kontrakan di kawasan Dago Tanggulan, Bandung.

Sebelum meninggal, almarhum sempat mengeluhkan nyeri dada kepada seorang pembeli, lalu tiba-tiba roboh dan dinyatakan meninggal di lokasi.

Ketua RT 07 RW 03 Dago, Suparno, mengenang Sarjiman sebagai sosok ramah, sederhana, dan pekerja keras.

Warga setempat segera memberikan pertolongan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak hingga informasi diteruskan kepada PJT Cabang Bandung Raya.

BACA JUGA: Pekerja Migran Asal Kebumen Meninggal dalam Insiden Penikaman di Hokkaido Jepang, Terduga Pelaku Sesama WNI

Ketua PJT Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniadji, kemudian mengoordinasikan proses pemulangan jenazah bersama Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah.

Kemudian, Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jateng, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, dan BAZNAS Kabupaten Kebumen.
Dukungan tersebut mencakup biaya operasional ambulans hingga proses pemakaman.

Jenazah diberangkatkan dari Bandung pada Sabtu petang dan tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB sebelum dimakamkan di Desa Pucangan.

Farchan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah.

Menurutnya, sinergi antara paguyuban perantau, masyarakat, dan pemerintah menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama di tengah musibah.

Berita terkait