Waspada Cuaca Ekstrem di Kebumen, Pohon Tumbang Rusak Rumah di Dua Kecamatan

Cuaca ekstrem terjang Kebumen, akibatkan pohon tumbang di beberapa desa. Polisi pastikan tidak ada korban jiwa dan imbau warga waspada. (Foto: Humas Polres Kebumen)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Hujan lebat disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen sejak Selasa hingga Rabu dini hari, 13–14 Januari 2026.

Cuaca ekstrem ini memicu terjadinya pohon tumbang yang merusak rumah warga di dua kecamatan, yakni Petanahan dan Sempor.

Berita Lainnya

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Petugas gabungan dari Polri, TNI, BPBD, hingga relawan telah bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan penanganan.

BACA JUGA: Dramatis, Tim SAR Gabungan Evakuasi Sopir Terjepit dalam Kecelakaan di Petanahan Kebumen

Di Desa Karangduwur, Kecamatan Petanahan, sebuah pohon kelapa roboh dan menimpa atap rumah milik Adi Wiyarto pada Rabu pukul 00.12 WIB.

Beruntung, pemilik rumah dan keluarga yang berada di dalam bangunan selamat dari maut. Petugas Polsek Petanahan bersama pemadam kebakaran dan warga segera mengevakuasi batang pohon dengan cara dipotong.

Sementara itu, kerusakan serupa terjadi di Kecamatan Sempor. Di Desa Tunjungseto, pohon petai tumbang menimpa rumah warga pada Selasa sore.

Tak lama berselang, pada Rabu dini hari, sebuah pohon sengon di Desa Semali juga roboh akibat terjangan angin kencang dan merusak atap rumah penduduk.

“Polri bersama unsur terkait langsung melakukan penanganan dan membantu warga terdampak. Saat ini situasi di lokasi sudah kembali kondusif,” ujar Kompol Faris Budiman pada Rabu, 14 Januari 2026.

BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Terjang Kebumen, Pohon Tumbang Timpa Rumah di 6 Kecamatan

Selain membantu evakuasi material dan perbaikan atap, aparat juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi para korban.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat Kebumen untuk tetap waspada terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

Warga disarankan untuk memangkas pohon besar di sekitar permukiman guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Berita terkait