KEBUMEN, Beritakebumen.com – Ratusan warga dan komunitas Gusdurian memadati Joglo Rumah Inklusif, Desa Kembaran, Kebumen, pada Sabtu, 8 Desember 2026.
Kehadiran mereka bertujuan untuk memperingati Haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Suasana khidmat menyatu dengan semangat keberagaman saat putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid (Inayah Wahid), hadir memberikan pesan-pesan inspiratif bagi masyarakat sipil.
Mengusung tema “Menghidupkan Spirit Gus Dur untuk Memperkuat Masyarakat Sipil”, peringatan ini menjadi ruang refleksi nilai perjuangan sang Bapak Pluralisme.
BACA JUGA: Haul Akbar Thoriqoh Syadziliyah, Ribuan Jamaah Padati Ponpes Al Falah Sumberadi Kebumen
Dalam tausiah budayanya, Inayah Wahid berpesan agar sosok ayahnya tidak hanya dikenang lewat seremoni.
Ia mengajak masyarakat mengubah kenangan tersebut menjadi langkah konkret, khususnya dalam membela kelompok yang terpinggirkan.
Inayah memuji peran Rumah Inklusif Kebumen sebagai teladan gerakan akar rumput. Komunitas ini aktif memberdayakan penyandang disabilitas agar mandiri, sebuah tindakan yang sejalan dengan cita-cita kemanusiaan Gus Dur.
Acara dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Kyai Amir, kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif.
Diskusi ini menyoroti peran penting kelompok disabilitas dan warga desa dalam memperkuat pondasi demokrasi di tingkat lokal.
Koordinator Gusdurian Kebumen, Humam Rimba, menjelaskan bahwa acara ini melibatkan lintas elemen, mulai dari perwakilan Gereja Kristen Jawa (GKJ), Paroki, hingga masyarakat Tionghoa (Konghucu).
Kehadiran berbagai latar belakang agama ini membuktikan bahwa semangat inklusivitas masih terjaga kuat di Kebumen.
BACA JUGA: Keren! Penari Ebeg Cilik Meriahkan Anniversary ke-8 PPKLK di Karanggayam Kebumen
“Kekuatan demokrasi sejati terletak pada masyarakat sipil yang bersinergi,” ungkap Humam mengutip pesan penting dari Inayah.
Pembina Rumah Inklusif, Muayatul Khaeriyah (Iin) dan Ahmad Murtajib, menegaskan komitmen mereka untuk terus menjadikan tempat tersebut sebagai ruang pemberdayaan.
Selain diskusi, panitia juga menggelar penggalangan donasi sebagai aksi sosial nyata bagi sesama.





