KEBUMEN, Beritakebumen.com – Pemkab Kebumen mencatat kinerja pendapatan daerah yang cukup menggembirakan pada awal tahun anggaran 2026.
Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), realisasi pendapatan hingga Maret 2026 mencapai Rp701,22 miliar.
Jumlah itu setara 24,03 persen dari target tahunan sebesar Rp2,91 triliun.
Dalam laman resminya, BPKPD Kebumen menjelaskan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) terealisasi Rp109,67 miliar atau 18,79 persen dari target Rp583,54 miliar.
Meski capaian ini masih di bawah proporsi ideal triwulan pertama, pemerintah optimistis dapat mengejar ketertinggalan pada bulan-bulan berikutnya.
Dari sektor pajak daerah, realisasi baru mencapai Rp41,33 miliar atau 17,33 persen dari target.
Namun beberapa jenis pajak menunjukkan hasil menjanjikan. Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) mencatat realisasi Rp15,32 miliar, dengan kontribusi terbesar dari sektor tenaga listrik sebesar Rp12,30 miliar.
BACA JUGA: APBD Kebumen 2026: Pajak UMKM Diringankan, Anggaran Jembatan Ditambah
Kondisi ini mencerminkan stabilitas konsumsi listrik masyarakat.
Pemkab Kebumen segera meluncurkan program satu hari lunas PBB, pekan panutan pajak daerah, serta berbagai langkah intensifikasi dan ekstensifikasi.
Retribusi daerah tercapai Rp56,52 miliar, didominasi layanan kesehatan BLUD sebesar Rp50,57 miliar.
Sementara pendapatan transfer dari pusat dan provinsi mencapai Rp591,55 miliar, terutama dari Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus.
BPKPD sendiri akan mendorong digitalisasi pembayaran, memperkuat basis data, serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak.






