KEBUMEN, Beritakebumen.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen Rabu (15/4/2026) sore memicu bencana tanah longsor di dua lokasi, yakni Kecamatan Sempor dan Kecamatan Alian. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan bangunan warga, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, longsor pertama terjadi di Desa Somagede, Kecamatan Sempor. Material longsor sepanjang sekitar 7 meter dengan tinggi 5 meter menimpa dapur milik Misrun Miswandi (57), sehingga mengalami kerusakan cukup parah.
“Longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi. Struktur tanah yang labil tidak mampu menahan resapan air, sehingga tebing di belakang rumah warga runtuh,” ujarnya.
BACA JUGA: Polres Kebumen Bongkar Peredaran Sabu 28,9 Gram, Warga Muktisari Ditangkap di Rumah Kos
Petugas dari Polsek Sempor bersama TNI, BPBD, dan perangkat desa setempat langsung melakukan penanganan awal di lokasi. Selain itu, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena wilayah tersebut termasuk rawan longsor.
Talut di Krakral Longsor
Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Krakal, Kecamatan Alian. Talut di samping rumah milik Teguh Pratikno (37) dilaporkan ambrol setelah diguyur hujan deras. Longsor tersebut memiliki tinggi sekitar 3 meter dan lebar 4 meter.
Petugas gabungan dari Polsek Alian, Koramil, BPBD, serta warga setempat melakukan kerja bakti membersihkan material longsor. Untuk mengantisipasi longsor susulan, petugas juga memasang karung berisi tanah dan pasir sebagai penahan sementara.
BACA JUGA: Cuaca Jateng Hari Ini: Waspada Hujan Lebat dan Petir, Bagaimana dengan Kebumen?
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam upaya mitigasi bencana, terutama di wilayah dengan kondisi tanah labil dan berbukit.
“Langkah antisipasi terus dilakukan, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada saat curah hujan tinggi,” katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan, untuk selalu waspada terhadap potensi bencana saat musim hujan berlangsung. ***






