BERIAKEBUMEN.COM – Rambut putih atau uban kerap dianggap sebagai tanda penuaan yang wajar dialami lansia.
Namun, belakangan banyak anak muda mengeluhkan munculnya uban lebih awal.
Dokter Tirta Mandira Hudhi, praktisi kesehatan dan edukator publik, membongkar fakta medis di balik fenomena ini.
Menurut dr. Tirta, faktor utama kemunculan uban di usia muda adalah genetika atau keturunan.
Uban muncul akibat hilangnya pigmen warna alami rambut. Tubuh manusia sejak lahir sudah mengatur warna dan tekstur rambut melalui sinyal genetik.
“Uban itu terkait dengan genetik. Terjadi pergantian atau kehilangan warna pigmen rambut,” jelas dr. Tirta dalam sesi edukasi kesehatan.
Dokter Tirta menambahkan, kehilangan pigmen tidak hanya terjadi di rambut kepala. Seluruh area tubuh yang ditumbuhi rambut, seperti rambut hidung hingga area organ intim, juga berpotensi memutih.
BACA JUGA: Benarkah Kopi Bahaya untuk Jantung? Ini Penjelasan Dokter Tirta
Hal ini terjadi jika sel melanosit yang memproduksi pigmen berhenti berfungsi karena faktor keturunan.
Selain genetika, dr. Tirta menyoroti kebiasaan sehari-hari yang memengaruhi folikel rambut.
Penggunaan helm terlalu sering menekan kepala secara konstan. Tekanan ini dapat menutup folikel dan menghambat pertumbuhan rambut baru di area depan.
Fenomena serupa terjadi pada area sensitif tubuh. Tekanan dari pakaian dalam yang terus-menerus dikenakan memicu mekanisme kompensasi tubuh.
Akibatnya, rambut di area tersebut tumbuh keriting untuk beradaptasi dengan ruang terbatas.
Masyarakat diharapkan tidak perlu cemas berlebihan. Uban di usia muda adalah bagian dari variasi genetik individu dan bukan tanda penyakit berbahaya.
Memahami faktor keturunan membantu remaja dan dewasa muda lebih menerima kondisi tubuh mereka.






