KEBUMEN, Beritakebumen.com – Forum Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Kebumen menggelar Training dan Motivasi Pegawai untuk memperkuat sinergi antarperusahaan daerah, Rabu (19/11/2025) di Hotel Trio Azana Style Kebumen. Kegiatan ini diikuti 80 peserta yang terdiri dari direksi, pimpinan, dan pegawai seluruh BUMD yang tergabung dalam forum.
Forum BUMD Kebumen beranggotakan Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa, Bank Jateng Kantor Cabang Kebumen, BPR BKK Kebumen, BPR BKK Jateng Cabang Kebumen, PT Luk Ulo Farma, serta PT Aneka Usaha Kebumen Jaya. Forum ini mengusung misi memperkuat pelayanan kepada masyarakat melalui kolaborasi yang lebih solid antar-BUMD.
BACA JUGA: Gandeng Bumdes, PT GMDP Gulirkan Program Desa Internet Mandiri
Acara dibuka Bupati Kebumen Lilis Nuryani, didampingi Sekda Edi Rianto dan perwakilan Bagian Perekonomian Setda Kebumen. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa BUMD merupakan salah satu pilar ekonomi daerah yang harus bergerak bersama menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompetitif.
“Kami mendorong Forum BUMD untuk memperkuat kerja sama. Di tengah tantangan ekonomi saat ini, tidak ada yang bisa berjalan sendiri,” tegasnya.
Sinergi untuk Pelayanan Publik yang Lebih Kuat
Ketua Forum BUMD, Zein Musta’in, yang juga Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Sentosa, menyampaikan pentingnya kekompakan antar-BUMD demi meningkatkan kualitas layanan publik.
“Kami memiliki komitmen bersama untuk bersinergi, karena tujuan utama kami adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kebumen,” ujarnya.
BACA JUGA: Pabrik Sarung Tangan Korea di Kebumen Mulai Dibangun, Investasi Capai Rp 74 Miliar
Wakil Ketua Forum, Sutrisno, Direktur Utama PT BPR BKK Kebumen, menambahkan bahwa pelatihan ini diperuntukkan untuk memperkuat pencapaian target kinerja.
“Tidak hanya target tercapai, tetapi bagaimana kita bisa melampauinya. Ini selaras dengan visi-misi Bupati dalam menurunkan kemiskinan dan memperkuat daya saing ekonomi daerah,” jelasnya.
Sinergi BUMD Hadapi Ketidakpastian Ekonomi
Bupati Lilis menegaskan bahwa sektor BUMD berada di garis depan pelayanan publik, mulai dari perbankan, usaha daerah, farmasi, hingga layanan air minum. Karena itu, sinergi antarperusahaan diperlukan untuk memperkuat ketahanan bisnis menghadapi tantangan ekonomi dan penurunan daya beli masyarakat.
“Jika sinergitas dibangun dengan baik, BUMD bisa saling menopang dan memperkuat kondisi keuangan masing-masing,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan pentingnya strategi antisipatif agar BUMD mampu mempertahankan kinerja dan tetap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian.






