Hanung menambahkan bahwa provinsi yang aman dan nyaman menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan ini.
Daya tarik populer masih didominasi Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Masjid Raya Syekh Zayed di Surakarta, Candi Prambanan, serta Pantai Meliwis di Kebumen.
Puncak kunjungan wisatawan pada Lebaran 2026 terjadi pada H+3, H+2, dan H+7. Pola ini berbeda dengan tren tahun 2025 yang puncaknya berada di H+2, H+1, dan H+5.
Perbedaan tersebut disebabkan oleh jumlah hari libur dan cuti bersama yang tidak sama, serta perbedaan hari jatuhnya Idul Fitri.
BACA JUGA: Libur Lebaran 2026: Ribuan Wisatawan Padati Pantai Suwuk Kebumen, Tren Kunjungan Terus Meningkat
Realisasi total kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Jawa Tengah dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren meningkat.
Pada 2023 mencapai 3,84 juta, 2024 sebanyak 4,13 juta, 2025 sebanyak 5,46 juta, dan 2026 tembus 5,86 juta pengunjung.
Hanung mengakui bahwa destinasi wisata alam seperti pantai di Kebumen masih membutuhkan perhatian khusus.
“PR kita semuanya. Bagaimana kita membuat wisata alam ini menjadi lebih asri dan destinasi ini mudah dijangkau oleh masyarakat,” katanya.






