Pohon Jenitri Tumbang Saat Dipanen di Kebumen, Seorang Petani Tewas dan Satu Luka Berat

Pohon jenitri setinggi 16 meter roboh saat dipanen di Kebumen. Akibatnya, Sayono meninggal dunia, sementara rekannya Yatiman luka-luka. (Foto: Humas Polres Kebumen)

SRUWENG, Beritakebumen.com – Kecelakaan kerja saat memanen biji jenitri berujung maut di Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen.

Seorang petani tewas setelah pohon yang dipanjatnya tiba-tiba roboh pada Senin, 9 Maret 2026 pagi.

Berita Lainnya

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di kebun milik warga yang berada di Blok 8 Dusun Patok.

Dua orang tengah memanjat pohon jenitri setinggi 16 meter untuk memanen buahnya saat musibah datang.

BACA JUGA: Kecelakaan Maut di Kebumen, Mobil Pikap Angkut 29 Orang Terguling, Tiga Meninggal

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengidentifikasi korban meninggal dunia adalah Sayono (56), warga setempat.

Rekannya, Yatiman (54), selamat namun mengalami luka serius dan kini dirawat di RS PKU Muhammadiyah Sruweng.

“Dari keterangan saksi dan olah TKP, diduga pohon tersebut sudah tua dengan kondisi akar yang lapuk dan berlubang, sehingga tidak kuat menopang beban,” jelas Kapolres.

Seorang saksi yang tengah mencari rumput sekitar 100 meter dari lokasi mengaku mendengar suara keras pohon tumbang disertai teriakan minta tolong.

Saat didekati, kedua korban sudah tergeletak di tanah. Sayono ditemukan dalam kondisi tidak bergerak, sementara Yatiman mengeluh kesakitan dengan luka robek di kepala dan patah tulang tangan kanan.

Warga sekitar yang mendengar kejadian segera berdatangan untuk memberikan pertolongan dan membawa kedua korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, nyawa Sayono tidak tertolong.

BACA JUGA: Petir Sambar Petani di Sruweng Kebumen, Korban Ditemukan Meninggal di Pematang Sawah

Petugas gabungan dari Polsek Sruweng, Inafis Polres Kebumen, tenaga kesehatan, serta TNI telah melakukan olah tempat kejadian perkara.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyimpulkan peristiwa ini merupakan kecelakaan kerja murni akibat faktor alam. Di mana akar pohon yang rapuh tidak mampu menahan beban saat kedua korban memanen hasil bumi.

Berita terkait