Kebumen Bersiap Hadapi Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Potensi Kekeringan

Puncak musim kemarau Jawa Tengah diprediksi terjadi Agustus 2026, Kebumen dan sejumlah daerah masuk wilayah terdampak. (Foto: Ilustrasi AI)

SEMARANG, Beritakebumen.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi mayoritas wilayah Jawa Tengah akan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Masyarakat di berbagai kabupaten dan kota diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, terutama terkait ketersediaan air bersih dan dampaknya terhadap sektor pertanian.

Berita Lainnya

Berdasarkan Buletin Prediksi Musim Kemarau Jawa Tengah 2026, puncak musim kemarau berlangsung secara bertahap mulai Juli hingga September 2026.

Pada Juli, sekitar 14,8 persen Zona Musim (ZOM) di Jawa Tengah telah memasuki fase puncak kemarau.

BACA JUGA: Ancaman El Nino 2026, BMKG Prediksi Kemarau Lebih Kering dan Panjang hingga Awal 2027

Wilayah yang lebih dahulu mengalami kondisi tersebut meliputi Kota Surakarta, sebagian besar Kabupaten Kudus dan Blora, serta sejumlah wilayah di Demak, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Selain itu, sebagian area di Pemalang, Pekalongan, Batang, Pati, Rembang, Grobogan, dan Boyolali juga mulai merasakan puncak musim kemarau lebih awal.

BMKG memperkirakan Agustus 2026 menjadi periode dengan cakupan puncak kemarau terluas. Sebanyak 83,3 persen Zona Musim di Jawa Tengah diprediksi berada pada fase tersebut.

Wilayah yang terdampak meliputi Kota Tegal, Pekalongan, Semarang, Salatiga, dan Magelang, serta kawasan Pantura, eks-Karesidenan Kedu, Banyumasan, hingga Solo Raya.

Daerah yang diperkirakan mengalami dampak dominan antara lain Brebes, Tegal, Kendal, Semarang, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Pati, Rembang, Grobogan, Boyolali, Sukoharjo, dan Wonogiri juga diprediksi berada pada puncak musim kemarau.

Adapun wilayah yang baru mencapai puncak musim kemarau pada September 2026 hanya sekitar 1,9 persen Zona Musim, yaitu kawasan Kepulauan Karimunjawa.

BACA JUGA: Mulai Juni 2026, Jateng Masuk Musim Kemarau: 18 Daerah Terancam Krisis Air, Termasuk Kebumen

BMKG juga memperkirakan durasi musim kemarau tahun ini berlangsung antara 10 hingga 27 dasarian. Periode kemarau terpanjang diprediksi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pati dan Rembang dengan durasi sekitar 25–27 dasarian.

Sebaliknya, durasi kemarau paling singkat diperkirakan berkisar 10–12 dasarian, yang mencakup Kabupaten Purbalingga serta sebagian wilayah Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Kebumen, Pekalongan, Batang, Wonosobo, Banyumas, dan Banjarnegara.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan.

Kesiapan menjaga ketersediaan air bersih, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi dampak terhadap sektor pertanian menjadi upaya penting selama musim kemarau berlangsung.

Berita terkait