Berburu Baju Baru, Warga Mulai Padati Pasar Tumenggungan Kebumen Jelang Lebaran

Geliat ekonomi di Pasar Tumenggungan Kebumen meningkat 60 persen jelang Idulfitri. Para pedagang optimis raup untung di tengah gempuran tren belanja online. (Foto: Berita Kebumen)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Tradisi mengenakan busana baru di Hari Raya Idulfitri masih menjadi bagian tak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Kebumen.

Memasuki pertengahan Ramadan, pusat perbelanjaan mulai dipadati warga yang ingin menyambut hari kemenangan dengan penampilan terbaik.

Berita Lainnya

Salah satu titik keramaian yang mencolok terlihat di Lantai 2 Pasar Tumenggungan Kebumen, di mana lorong-lorong kios pakaian mulai disesaki pengunjung.

Berbagai produk busana mulai dari gamis, baju koko, sarung, hingga kemeja batik dengan model kekinian tampak berjajar rapi di setiap kios.

BACA JUGA: Camilan W’NACK Asal Kebumen Tembus Pasar Mancanegara, Berawal dari Hobi Mie Lidi

Hiruk pikuk tawar-menawar antara penjual dan pembeli kembali menghidupkan suasana pasar tradisional yang sempat lesu.

Meski antusiasme warga mulai meningkat, para pedagang mengakui bahwa kondisi pasar saat ini belum sepenuhnya pulih seperti masa sebelum pandemi.

Selain faktor ekonomi yang belum stabil sepenuhnya, maraknya platform belanja daring atau online shop menjadi tantangan besar bagi para pedagang konvensional.

Persaingan harga dan kemudahan akses di dunia digital memaksa pedagang pasar tradisional untuk lebih kreatif dalam menjajakan barang dagangannya.

“Kalau dibandingkan hari biasa, memang hari ini mulai ramai. Kemarin-kemarin yang ambil kebanyakan pedagang kecil untuk dijual lagi ke kampung-kampung. Sekarang sudah mulai banyak pembeli eceran langsung,” ujar, Fitri, salah satu pedagang di Pasar Tumenggungan.

Terkait tren pakaian tahun ini, gamis masih menjadi primadona bagi kaum hawa. Sementara untuk kaum pria, kemeja batik dan baju koko tetap menjadi pilihan utama.

Untuk anak-anak, model kemeja batik juga mulai banyak diminati oleh para orang tua. Peningkatan omzet saat ini diperkirakan mencapai 50 hingga 60 persen dibandingkan hari biasa.

BACA JUGA: Kue Kering Lebaran di Kebumen, Harga Terjangkau dan Berkualitas Mulai Rp35 Ribu

Meski belum mencapai angka 100 persen seperti masa kejayaan beberapa tahun silam, momen menjelang Lebaran ini memberikan secercah harapan bagi para pedagang untuk mendongkrak pendapatan.

Lonjakan jumlah pembeli di Pasar Tumenggungan diprediksi akan terus terjadi dan mencapai puncaknya pada H-1 Idulfitri mendatang.

Bagi masyarakat Kebumen, berbelanja langsung di pasar tradisional bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan bagian dari pengalaman sosial dalam menyambut hari raya.

Berita terkait