BERITAKEBUMEN.COM – Banyak orang bertanya-tanya, apakah jodoh sudah ditentukan secara mutlak sejak sebelum lahir?
Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan penjelasan mencerahkan tentang perbedaan Qadar dan Takdir.
Menurut pendakwah terkemuka itu, Qadar adalah ketetapan Allah yang bersifat mutlak dan tidak berubah.
Contohnya adalah ajal atau batas usia seseorang. Tidak ada doa atau air mata yang bisa menggesernya.
Berbeda dengan Qadar, jodoh justru termasuk dalam kategori Takdir. Takdir adalah ketetapan Allah yang berjalan seiring ikhtiar manusia.
“Takdir itu ketetapan Allah yang dikukuhkan berdasar ikhtiar makhluk-Nya. Lalu Allah tetapkan diberikan jalan,” jelas UAH.
BACA JUGA: Cara Mengganti Shalat yang Lama Ditinggalkan Menurut Ustadz Adi Hidayat
Artinya, jodoh bukanlah sesuatu yang ditunggu pasif. Manusia diberikan kebebasan untuk berusaha, mencari, dan memantaskan diri.
Proses pencarian jodoh adalah ruang bagi ikhtiar dan doa.
Dalam perjalanan mencari pasangan, manusia bisa saja salah langkah. Namun UAH menegaskan, Allah akan memberikan hidayah sebagai kompetitor agar manusia kembali ke jalan yang benar.
Mengacu pada Surah Al-Hujurat ayat 13, Ustadz Adi Hidayat mengingatkan bahwa pintu jodoh terbuka lebar bagi siapa pun yang mau berusaha dengan cara baik.
Jodoh adalah takdir indah yang harus dijemput. Bukan sekadar menunggu takdir jatuh dari langit.






