KEBUMEN, Beritakebumen.com – Industri kreatif di Kabupaten Kebumen semakin menunjukkan taringnya di tingkat nasional.
Di Desa Depokrejo, Kecamatan Kebumen, para perajin lokal sukses memproduksi sangkar burung berkualitas tinggi yang kini berhasil menembus pasar luar pulau, termasuk Kalimantan.
Hebatnya, produk ini tetap mempertahankan pengerjaan manual di tengah gempuran produk pabrikan.
Barokah, salah satu perajin senior di Depokrejo, telah menekuni usaha ini sejak tahun 2020.
Ia memilih kayu jati sebagai bahan baku utama karena karakternya yang kokoh dan tahan terhadap perubahan cuaca.
Proses produksinya melewati tahapan panjang yang presisi, mulai dari pemotongan kayu, pengamplasan, pengeboran lubang jeruji, hingga perakitan akhir.
BACA JUGA: Anyaman Pandan Kebumen Tembus Pasar Internasional, Berawal dari Modal Rp500 Ribu
Karena mengutamakan detail, kapasitas produksinya memang terbatas. Barokah rata-rata menyelesaikan 3 unit sangkar per hari, atau membutuhkan waktu 4 hingga 8 hari untuk merampungkan 18 unit sangkar.
Keterbatasan ini justru membuat produknya sangat diburu oleh para pencinta burung kicau hingga rela mengantre.
Harga yang ditawarkan untuk satu unit sangkar burung jinjing ini sangat terjangkau, yaitu berkisar antara Rp70.000 hingga Rp90.000, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan pola.
Selain melayani warga lokal Kebumen, Barokah memperluas jangkauan pasarnya melalui jejaring reseller.
Keberhasilan pengiriman hingga ke Kalimantan menjadi bukti bahwa produk kerajinan tangan lokal yang menjaga mutu mampu bersaing di pasar nasional.






