Grup Al Hidayah Karanganyar Sabet Juara I di Festival Jamjaneng Kebumen 2026

Puluhan grup Jamjaneng meriahkan Festival Jamjaneng 2026 di Kebumen. (Foto: Dok. Pekik Sat Siswonirmolo)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Puluhan kelompok kesenian Jamjaneng dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kebumen memeriahkan Festival Jamjaneng 2026 yang digelar Lesbumi PCNU Kebumen.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 20–21 Juni 2026, di Auditorium IAINU Kebumen sebagai upaya melestarikan seni tradisi yang menjadi identitas budaya daerah.

Berita Lainnya

Festival dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah dan ditutup Anggota DPRD Jawa Tengah Zaki Mubarok.

Ketua Lesbumi NU Kebumen sekaligus Ketua Panitia, Putut Ahmad Su’adi, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendata kelompok Jamjaneng sekaligus menghimpun aspirasi para pelaku seni tradisi tersebut.

Menurutnya, hasil festival akan menjadi dasar penyusunan program pelestarian dan pengembangan Jamjaneng di masa mendatang.

Ajang ini diikuti grup-grup utusan MWCNU se-Kabupaten Kebumen dengan penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi dan budayawan lokal.

BACA JUGA: Pesan Lintas Zaman Sesepuh Sendangdalem: Membaca Makna Tersirat di Balik Bait Ramalan

Berdasarkan hasil penilaian, Grup Jamjaneng Al Hidayah MWCNU Karanganyar meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Al-Muttaqin MWCNU Kebumen, sedangkan Juara III diraih Tri Sejati 3 MWCNU Pejagoan.

Koordinator Bidang Seni dan Tradisi Lisan Dewan Kebudayaan Daerah Kebumen, Pekik Sat Siswonirmolo, menjelaskan bahwa Jamjaneng telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kabupaten Kebumen.

Kesenian ini berisi syair shalawat, nasihat keagamaan, dan pesan moral yang memiliki nilai spiritual, sosial, serta budaya.

Meski jumlah kelompok Jamjaneng mencapai ratusan, regenerasi menjadi tantangan utama.

Melalui Festival Jamjaneng 2026, pihaknya berharap untuk menjaga keberlangsungan Jamjaneng dan meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam pelestarian seni tradisi Kebumen.

Berita terkait