PREMBUN, Beritakebumen.com – Sektor pertanian di Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebumen, mulai memasuki era digitalisasi.
Seorang petani setempat, Murtejo, sukses menerapkan sistem pertanian pintar (smart farming) di lahan miliknya.
Lewat inovasi ini, proses penyiraman tanaman dan pemupukan dapat dikendalikan sepenuhnya dari jarak jauh menggunakan aplikasi di ponsel pintar.
Langkah melek teknologi ini memangkas waktu kerja secara signifikan sekaligus menjadi bukti nyata adaptasi agrobisnis lokal terhadap teknologi modern.
Di kebunnya, Murtejo memasang sistem pengairan dan pemupukan otomatis yang terhubung ke panel kontrol.
Berbekal koneksi internet, ia cukup menekan layar HP untuk menyalakan pompa air, membuka katup irigasi, dan menyalurkan pupuk cair secara presisi.
BACA JUGA: Lepas dari Bayang-Bayang Banjir, Kecamatan Bonorowo Kini Jadi Pusat Produktivitas Baru di Kebumen
Teknologi pertanian digital ini diterapkan pada budidaya pembibitan alpukat varietas unggul seperti Alpukat Red Vietnam, hidroponik sayur selada, hingga kolam ikan air tawar.
Pipa irigasi mikro dialirkan langsung ke setiap polibag untuk memastikan nutrisi terserap merata tanpa terbuang sia-sia.
Penerapan smart farming terbukti menghemat tenaga kerja dan membuat penggunaan air serta pupuk menjadi lebih terukur.
Penjadwalan yang konsisten melalui aplikasi ini otomatis mendongkrak kualitas hasil panen buah dan sayuran di kebunnya.
Kini, kebun digital milik Murtejo menjadi lokasi percontohan bagi petani lain dan masyarakat yang ingin belajar.
Inovasi teknologi tepat guna ini mempercepat peningkatan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian lokal.






